.
.

metrosumsel.com

.

Dua Desa Raih Predikat Terbaik Implementasi Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial


Spread the love

Metro Sumsel, Surabaya,-Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar Peer Learning Meeting Nasional Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Surabaya, Jawa Timur selasa (3/12/19) berlangsung hingga 5 Desember 2019.

Kegiatan ini diikuti seluruh Dinas Perpustakaan, Perpustakaan Desa dan Kepala Desa yang tergabung dalam program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kegiatan ini merupakan ajang belajar dan bertukar pengalaman antar perpustakaan untuk memotivasi melaksanakan rencana kerja transformasi perpustakaan daerah dan desa dalam memperkuat mentoring dan monitoring perpustakaan.

Acara ini dibuka Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, dihadiri Kepala Perpusnas RI dan pembicara diantaranya dari Bappenas, Kementerian Desa PDTT, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Saat ini Perpusnas menggalakkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang dijalankan 21 Perpustakaan Provinsi, 60 Perpustakaan Kabupaten dan 334 Perpustakaan Desa/ Kelurahan.

Pada acara ini juga diumumkan Perpustakaan Desa Terbaik,diantaranya yang meraih predikat terbaik adalah Perpustakaan Desa Bukit Jaya Kecamatan Sungai Lilin dan Perpustakaan Desa Tegal Mulyo Kecamatan Keluang Kabupaten Musi Banyuasin, dalam lingkup tingkat nasional, terbaik implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

Kepala Perpusnas RI, Muhammad Syarif Bando mengatakan, literasi untuk kesejahteraan yang menjadi tema dari program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tidak hanya menyasar pada usia sekolah tapi masyarakat umum seperti pemuda, perempuan,dan juga pelaku usaha kecil termasuk penyandang disabilitas sebagai upaya untuk pemberdayaan dan peningkatan produktivitas.

Transformasi Perpustakaan telah mengubah wajah perpustakaan umum. Perpustakaan yang nyaman, koneksi internet yang cepat, serta koleksi yang tepat guna hal positif yang telah mengubah citra dan paradigma perpustakaan menjadi kekinian, bahkan di banyak daerah, perpustakaan sudah menjadi motor penggerak pada ragam aktivitas masyarakat.

Syarif Bando juga menjelaskan, kuncinya ada pada komitmen, sinergitas dan kolaborasi semua pihak, perluasan transformasi perpustakaan tingkat desa / kelurahan juga bagian dari perluasan program dan mendekatkan akses informasi ke masyarakat sehingga perpustakaan menjadi pusat kegiatan maupun proses belajar yang menciptakan kreativitas dan produktif.

Sementara itu Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Musi Banyuasin Drs.Yohanes Yubhar MM mengatakan dengan capaian terbaik implementasi program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial tingkat nasional, perpustakaan desa bukit jaya dan tegal mulyo ini berkat perhatian penuh Bupati Musi Banyuasin, Bunda Baca,Duta baca dan dukungan organisasi perangkat daerah terkait, kepala desa,pengelola perpustakaan desa,jajaran dinas perpustakaan dan kearsipan Kabupaten muba dan stakeholder lainnya, capaian ini sebagai pemicu dan pemacu kami untuk terus menerus menjalankan dan mengembangkan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, kami akan mereplikasi program ini untuk perpustakaan desa lainnya dalam kabupaten musi banyuasin dikarenakan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial merupakan kegiatan penguatan literasi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bagi masyarakat, Ungkapnya.(AP)


Spread the love

Reviews

  • Total Score 0%
User rating: 0.00% ( 0
votes )



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *