MAU BELI ROKOK DIWARUNG  BOCAH 13 TAHUN DI OKU SELATAN DIDUGA MENJADI KORBAN PENCULIKAN

Muaradua, Metrosumsel.com, – Bermula mau berangkat kekebun dan membeli rokok kewarung  M.Riski Edi Pratama anak kelas 1 SMPN 1 sungai are kecamatan sungai are kabupaten ogan komering ulu selatan ini diduga menjadi korban penculikan.

Kepada media ini Riski bercerita saya dulu sekolah di SDN pecah pinggan dan  SMPN 1 Sungai Are  kecamatan Sungai Are kabupaten ogan komering ulu selatan. Nama orang tua saya Kanadi dan ibu Hartati. Bocah berusia 13 tahun tersebut diduga menjadi korban penculikan bermula mau pergi kekebun dan mau membeli rokok diwarung  tiba tiba dijembatan sungai Are saya dihampiri mobil jenis Elf Minibus lalu turun lima orang dari mobil  menarik tangan saya dan dimasukkan kedalam mobil,didalam mobil HP saya diambil tapi tidak diapa apakan terangnya.

Saya dibawa ke jakarta dan diturunkan di lampu merah Bekasi. dengan izin Allah Riski bertemu dengan kru angkutan Umum Titisan Sang Pengeran(TISPA) saudara Sumantri dan Amir. Setelah mendengar cerita Riski bahwa ia menjadi korban penculikan,langsung diamankan oleh Sumantri dan Amir.

Ketika itu juga kru Tispa  langsung melaporkan hal tersebut kepada H.Hengki koheng dalom surya selaku Owner(pemilik) BUS TISPA dan ditindak lanjuti dengan menghubungi media ini agar dapat mengabarkan kepada keluarganya di sungai are kecamatan sungai Are kabupaten Ogan komering ulu selatan bahwa anak tersebut sudah di amankan di loket TISPA di Bekasi,kami juga sudah berkerjasama dengan forum anak rantau OKU Selatan saudara Nizar perabu jaya untuk meng informasikan melelui media sosial facebook dan media sosial lainnya. untuk diseberluaskan bahwa anak tersebut dalam keadaan selamat dan sehat ujar Hengki kepada Wartawan.

Saya sudah perintahkan kru di bekasi sumantri dan Amir agar memfasilitasi anak tersebut dan mengurusnya mulai dari membelikan pakaian karna sudah 12 hari tidak ganti baju,mandi,dan makan ujar Hengki. untuk biyaya pemulangan adik kita Riski dari Bekasi ke Muaradua akan digeratiskan tuturnya.

Setibanya korban Riski di Muaradua OKU Selatan disambut oleh camat Sungai are Hairul Jauhari.SE bersama kepala Dinas Sosial OKU Selatan Drs.Endar Suhairi.M.Si. lalu  dibawa ke Dinas Sosial untuk berkoordinasi langkah apa yang harus diambil, kami sepakat bahwa Riski akan dibawa dulu ke sungai Are dan akan ditemukan dengan orang orang yang disebut olehnya yang di anggap keluarganya. Apa bila sampai disungai are tidak ada juga yang mengetahui maka Riski akan dibawa kembali ke muaradua dan akan diserahkan kepanti asuhan di palembang melalui dinas sosial OKU Selatan agar tidak terlantar ungkap Hairul.

Karna menurut Hairul,”ketika di konfirmasi kepada orangtua Riski yang namanya ia  sebutkan tidak mengakui bahwa Riski adalah anaknya karna memeng bukan anaknya ujar Hairul  Rabu 25 september 2020 saat dijumpai dirumah salah satu warga yang diduga satu kampung dengan Riski.

Keterangan Riski  selalu berubah menyebutkan nama kampungnya sendiri saja kadang ujan mas,Sadau,Sebajah,dan simpang luas. saya sudah hubungi semua orang orang  yang dia sebutkan semuanya tidak tau dengan Riski, Inilah yang menjadi kesulitan bagi kita untuk menemukan orang tua Riski yang sebenarnya ujar Hairul.

Yang jelas saya atas nama pribadi dan pemerintah kabupaten Ogan komering Ulu selatan Camat Sungai Are Hairul Jauhari.SE mengucapkan terima kasih kepada seluruh kru loket TISPA dan jajaran manajemen,terutama kepada owner Bus Titisan sang pangeran H.Hengki Koheng dalom surya yang telah membantu Riski dengan sangat baik pelayanannya dari awal sampai ahir sampai ia kembali ke muaradua semoga Allah akan membalas semua kebaikan itu kata Hairul.

Hikmah dari kejadian ini yang dapat kita petik adalah,” agar tetap hati hati orang tua dalam menjaga anak anaknya, jangan biarkan anak kita main terlalu jauh dari rumah karna kejahatan itu terjadi karna ada kesempatan. (Usman/Rchy)

Like & Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *