Warga Resah, Ruli Maksiat Menjamur di Jalan Lintas Timur Betung – Jambi

Musi Banyuasin – Rumah liar (Ruli) di dijalan Lintas Timur Sumatera Selatan, Betung – Jambi tepatnya di desa Letang Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin semakin menjamur. Hingga kini belum ada upaya dari pihak pemerintah untuk melakukan penertiban rumah liar/cafe tersebut.

Masyarakat berharap ada upaya pemerintah atau aparat penegak hukum melakukan penertiban Ruli yang di jadikan rumah Bordir berkedok Cafe ,sebab tempat tersebut di jadikan tempat-tempat maksiat.

“Kami atas nama masyarakat sudah resah keberadaan rumah ruli/ rumah bordir berkedok cafe dijadikan tempat maksiat. Dampaknya sangatlah berefek buruk, karena orang luar membuat tempat maksiat itu. Apalagi di lokasi di jalan lintas dan sangat terang-terangan,” ujar salah seorang warga, Dul kepada Wartawan, Selasa (24/02/21).

Hal senada juga diungkapan oleh warga lainnya. Kini rumah liar/ bordir berkedok cafe itu semakin menjamur, bukan hanya di kecamatan Babat Supat bahkan sampai dikecamatan Bayung Lencir.

“Yang menjadi pertanyaan tempat maksiat itu terang-terangan buka bebas tak tersentuh oleh pemerintah,” ungkap Skr.

Menurut Skr, jelas-jelas disepanjang jalan lintas provinsi sekitaran kecamatan Babat Supat hingga kecamatan Bayung Lencir banyak dijadikan tempat maksiat dengan modus berjualan minuman/cafe . Tapi di dalam rumah tersebut banyak kamar sekat untuk tamu.

“Ini sudah jelas sudah menyalahi dan kenapa tak pernah ditertibkan. Seperti ada orang dalam bermain, hingga tempat gituan bebas buka sesuka hati,” pungkasnya.

Modus dari kegiatan ini, dimana rumah liar yang hanya berdindingkan kayu dan beratapkan apa adanya,  Mereka membuka usaha menjual minuman dan kedai, diperuntukkan para pengemudi mobil truk yang kelelahan dalam perjalanan.

Namun seiring perkembangannya, banyak yang melenceng dan menyediakan wanita penghibur bahkan dijual juga minuman keras di beberapa kedai. Hal ini membuat warga setempat gerah, namun tidak bisa banyak berbuat karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ditempat terpisah Ufrady S.Psi Selaku Kepala desa Letang terkait kegiatan banyaknya rumah rumah liar (RULI) Mengatakan. Saya selaku kepala desa Letang hanya memperjuangkan yang menjadi keinginan masyarakat secara menyeluruh, agar warung seperti ini di bersihkan keberadaannya karena selain merusak citra desa serta dampak buruk jangka panjang nya jelas akan mempengaruhi pola kehidupan sosial keagamaan di desa Letang.

Serta kami meyakini jika hal ini terus dibiarkan maka akan keberkahan desa ini menjadi tidak bermakna lagi ketika daerah tersebut dijadikan tempat maksiat. Pungkasnya.(Ms)

Like & Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *