PALI, Metro Sumsel – Kelurahan Talang Ubi Barat resmi mencatatkan sejarah baru dalam peta digitalisasi pelayanan publik di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Rabu (1/7/2026), kelurahan ini terpilih menjadi episentrum sekaligus lokasi pertama pelaksanaan Uji Coba Pendaftaran Bantuan Sosial (Bansos) melalui Portal Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang diintegrasikan langsung dengan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Langkah progresif ini diproyeksikan bakal memangkas jalur birokrasi berbelit yang selama ini kerap menyelimuti penyaluran bantuan pemerintah.
Pantauan di lapangan menunjukkan dinamika yang luar biasa. Sejak pagi buta, ratusan warga telah memadati lokasi acara. Kendati agenda ini baru memasuki fase uji coba, antusiasme masyarakat tak terbendung. Mereka rela mengantre dengan tertib demi mencicipi kemudahan sistem pelayanan berbasis digital ini.
Keberhasilan peluncuran perdana ini tidak lepas dari runtuhnya tembok ego sektoral antar-instansi. Kegiatan ini dirancang sebagai sebuah kolaborasi taktis “jemput bola” yang melibatkan empat pilar utama pemerintahan:
Kelurahan Talang Ubi Barat: Bertindak sebagai fasilitator taktis, penyedia ruang, sekaligus pengorganisir massa yang memastikan alur pergerakan warga tetap kondusif.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil): Mengomandoi validasi data real-time serta aktivasi IKD di tempat.
Dinas Sosial (Dinsos): Mengawal parameter teknis pembuatan akun Portal Perlinsos agar sistem ini benar-benar tepat sasaran bagi penerima aktif Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo): Menjadi tulang punggung infrastruktur dengan menyediakan pasokan Wi-Fi high-speed guna menjamin proses registrasi daring bebas dari kendala lag atau blank spot.
Lurah Talang Ubi Barat, Hj. Ritawati Anwar, S.Th.I., M.Si., NL.P, menegaskan bahwa momentum ini merupakan langkah awal yang krusial untuk menguji keandalan sistem sebelum diadopsi secara massal. Integrasi antara Perlinsos dan data kependudukan digital adalah kunci utama meminimalisir potensi tumpang tindih data penerima manfaat.
”Kegiatan ini adalah yang pertama kali dilakukan di Kabupaten PALI dan Kelurahan Talang Ubi Barat bangga menjadi pelopornya. Sifatnya memang masih uji coba untuk Portal Perlindungan Sosial dan IKD. Pada fase ini, kami sengaja mengundang warga yang merupakan penerima Bansos aktif, seperti PKH dan BPNT, untuk melakukan uji coba pembuatan akun Perlinsos,” ujar Hj. Ritawati di sela-sela peninjauan aktivitas registrasi.
Beliau juga menambahkan bahwa ke depan, digitalisasi ini akan memotong rantai birokrasi yang panjang. Warga tidak perlu lagi membawa tumpukan berkas fisik fotokopi KTP atau Kartu Keluarga yang melelahkan. Cukup lewat genggaman gawai, semua data sudah terintegrasi secara nasional.
Selama ini, sengkarut penyaluran bantuan sosial sering kali terbentur pada masalah validitas data kependudukan yang lambat diperbarui. Dengan adanya uji coba integrasi IKD dan Perlinsos ini, Kabupaten PALI sedang bersiap menuju era baru: penyaluran bantuan yang lebih transparan, cepat, dan akuntabel.
Sejumlah warga yang hadir mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem satu pintu dan aksi jemput bola dari instansi terkait. Proses aktivasi yang biasanya mengharuskan mereka bolak-balik antar-kantor dinas, kini bisa diselesaikan dalam satu waktu dan satu tempat.
Keberhasilan uji coba di Kelurahan Talang Ubi Barat ini diharapkan menjadi cetak biru (blueprint) yang siap diimplementasikan di seluruh kelurahan dan desa di wilayah Kabupaten PALI dalam waktu dekat.
Reporter: Rangga






















