PALEMBANG, Metrosumsel.com – Arus pergerakan penumpang di Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang di hari raya idul fitri 1443 H dan berakhirnya masa libur lebaran mengalami peningkatan yang signifikan.
Manajer Operasi dan Pelayanan Bandara SMB II Palembang, Vinsensius Laack mengatakan, untuk perkembangan arus mudik pada tahun 2022 telah terjadi peningkatan dari tahun 2021 dikarenakan intensitas penerbangan sudah mulai tinggi.
“Total pergerakan di H-4 ada pergerakan pesawat sebanyak 52 pergerakan dengan total penumpang sebanyak 7.900, lalu untuk arus baliknya bertepat di H+5 di hari minggu (8/5/22) kemarin dengan jumlah 56 pergerakan pesawat dan total penumpang 8.900,” kata Vinsen, Selasa (10/05).
“Untuk akumulasi secara total seperti yang telah dilaporkan dalam apel penutupan posko angkutan lebaran tahun 2022, bahwasanya total pergerakan pesawat di masa H-7 dan H+7 telah terhitung 1.133 pergerakan dengan jumlah total penumbang sebanyak 144.676 penumpang. Jumlah penumpang pergerakan per hari kami hitung diangka 7.000 – 8.000 pergerakan,” imbuh Vinsen.
Selain itu diterangkan Vinsensius Laack, “Pegerakan pesawat dibandingakan pada saat sebelum pandemi dengan keadaan saat ini tentu saja masih belum senormal pada saat kasus covid-19 belum ada, namun untuk pergerakan sekarang ini sudah mencapai 116 ℅ bila dibandingkan tahun 2021. Kalau dibandingkan pergerakan sebelum pandemi memang masih belum maksima,” terangnya.
Sementara itu Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Palembang, Emilia rosa mengatakan dari pantauan kesehatan pada bandara SMB II palembang dimasa arus mudik dan balik dari H-7 sampai dengan H+7 terdapat laporan adanya 10 penumpang yang mendapatkan pelayanan di klinik kantor kesehatan pelabuhan dengan keluhan kelelahan dan fertigo.
“Untuk penyebaran covid sendiri berdasarkan pantauan dan data yang kami dapatkan, alhamdulillah saat ini memang terlaporkan setiap harinya antara kisaran 1 sampai 2 kasus yang bertambah setiap hari di provinsi sumatera selatan, mudah-mudahan tidak ada mengalami lonjakan,” kata Emilia Rosa.
Emilia juga menegaskan, “sesuai dengan SE Dirjen no.2515 kita diharapkan untuk melakukan pengawasan terhadap pelabuhan maupun bandara terkait dengan alat angkutnya, beserta dengan penumpang dan krunya, dan ini juga di anjurkan untuk menerapkan protokol kesehatan, tetap menggunakan masker, menjaga jarak, rutin cuci tangan dengan sabun, dan juga ada tanbahan untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menghindari makananan yang tidak dimasak secara tidak sempurna,” pungkasnya.
Laporan : Maulana




























