Martapura, –Pasca terjadinya mis komunikasi antara pihak RSUD Martapura OKU Timur dengan keluarga pasien penyakit dalam yang masuk ke IGD RSUD Martapura, Direktur RSUD Martapura dr.Dedy Damhudy menjelaskan,” Bahwa Semua itu hanya kesalah pahaman saja antara dokter yang sedang jaga dengan keluarga pasien, kata dedi selasa (01/11/2022).
Waktu itu pada pukul 10.00 wib saya sedang melaksanakan rapat bersama dokter lain yang bertugas di RSUD martapura ini,
Seketika saya sedang rapat, Satpam RSUD menemui saya dan menyampaikan bahwa ada seorang Anggota Dewan dari komisi II Sedang membawa seorang pasien, lalu dengan cepat saya temui mereka dan meninggal kan rapat untuk mengecek kondisi pasien, pasien pun saya bawa langsung ke IGD, jelas Dedy.
” Saya langsung cek pasien sembari minta sama keluarga pasien menunjukan surat rujukan,
Seketika itu juga salah satu keluarga kata Dedy, mengeluarkan amplop yang berisi surat rujukan, pasien sudah di lakukan penindakan di rumah sakit bandung, paparnya.
“Sayapun juga cek tensi dan urat nadi pasien, ujarnya.
Untuk dapat kita ketahui saya pun tidak memihak kepada siapa pun, dr.Dedy, sayapun katakan bahwa isi surat rujukan tersebut di tujukan ke RS palembang.
” berhubung untuk di bawa ke palembang itu memakan waktu lama dan jauh, maka kami arahkan ke dokter spesialis penyakit dalan di Poli RSUD martapura dengan dr.Agus wijaya, tambah dedy.
Saya selaku direktur dan atas nama pihak RSUD Martapura meminta maaf pada keluarga pasien karena adanya mis komunikasi ini.
” pasien IGD itu belum tentu di rawat inap, tetapi pasien harus di tangani Gawat darurat.
Saat ini pasien sudah kita tangani di bagian penyakit dalam, sudah kita beri obat, jelas dr.Dedy.
Saya juga tidak lupa mengucapkan terima-kasih banyak kepada Herman selaku anggota Dewan dari komisi II atas kritik membangun nya (Chek in Blance), karena ini yang sangat perlu kami terima, ujar dr.Dedy.
Sebelumnya di ketahui bahwa seorang pasien bernama Suprapti (60) warga pemetung basuki kecamatan Bp.Peliung OKU Timur di bawa ke RSUD Martapura.
Salah satu keluarga pasien mengatakan bahwa pasien ini akan berobat di IGD RSUD Martapura Seketika Staf RSUD Martapura menolak dengan alasan Kamar penuh semua di katakan Supriono selaku anak pasien.
karena menurut supriono ibunya mengidap Penyakit Hipertiroid dan baru saja menjalani pengobatan di RS Hasan Sadikin Bandung Provinsi Jawa barat. (Adi)
























