Metro Sumsel, -Talang Ubi Barat – Musim kemarau panjang kembali membawa duka bagi para petani. Kobaran api membakar kawasan kebun milik warga di RT 04 / RW 04, Talang Baru, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kecamatan Talang Ubi pada Kamis (3/9/2026). Di tengah hembusan angin kencang dan kepulan asap pekat, perjuangan pantang menyerah ditunjukkan oleh Lurah Talang Ubi Barat, Ritawati Anwar, S.Th.I, M.Si, yang bergerak cepat memimpin pemadaman di lokasi.
Aksi tanggap darurat ini tidaklah mudah. Medan yang terjal serta akses jalan yang sempit membuat armada mobil pemadam kebakaran tak mampu menembus titik api. Dengan peralatan seadanya, Mis Rita bersama warga bahu-membahu menembus kepulan asap demi menyelamatkan sumber penghidupan masyarakat.
Saat dikonfirmasi, Mis Rita membenarkan musibah yang menimpa warganya tersebut. Ia tak menampik betapa genting dan beratnya perjuangan menjinakkan si jago merah di area yang terisolasi dari akses kendaraan.
”Medan di sini sangat sulit. Mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi. Kami benar-benar berpacu dengan waktu,” ujar Mis Rita dengan nada prihatin.
Menyikapi kondisi rentan ini, Mis Rita menyampaikan harapan besarnya agar ada perhatian khusus berupa bantuan alat pemadam portabel yang cocok untuk wilayah terpencil. Langkah ini dinilai vital agar api bisa segera diantisipasi sebelum meluas dan menghancurkan mata pencaharian warga. Tak hanya soal alat, Mis Rita juga menekankan pentingnya edukasi menyeluruh dan sistem tanggap darurat yang terintegrasi hingga ke tingkat tapak.
”Kami sangat berharap ada sosialisasi berkelanjutan mengenai Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Selain itu, penting sekali dibentuk Pos Pengaduan Karhutla di setiap kelurahan dan desa agar koordinasi dan penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (Rangga)
























