PALI, Metro Sumsel — Upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap penyakit yang kerap dijuluki sebagai “pembunuh diam-diam” (silent killer) bagi kaum perempuan terus digencarkan di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Puskesmas Talang Ubi bersama pemerintah setempat sukses melaksanakan program pelayanan kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan Tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) serta integrasi layanan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer).
Kegiatan yang diselenggarakan di Kelurahan Talang Ubi Barat ini mendapat sambutan serta antusiasme yang tinggi dari kaum perempuan setempat. Hal ini menunjukkan kesadaran masyarakat yang semakin meningkat terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini.(Senin,26/10/2026).
Berdasarkan penjelasan tenaga medis, Tes IVA adalah metode skrining kesehatan yang sangat sederhana, aman, cepat, dan efektif untuk mendeteksi adanya sel-sel prakanker pada leher rahim (serviks). Prosedur medis ini dilakukan dengan cara mengoleskan larutan asam asetat (cuka dapur dengan kadar 3 hingga 5 persen) secara langsung ke bagian leher rahim. Jika terdapat kelainan atau indikasi sel abnormal, jaringan tersebut akan memberikan reaksi perubahan warna yang dapat langsung diamati oleh tenaga kesehatan.
Program ini utamanya menyasar kaum perempuan dengan rentang usia 30 hingga 50 tahun, atau secara umum bagi wanita berusia 25 hingga 60 tahun yang telah aktif secara seksual. Guna memaksimalkan pencegahan, para tenaga kesehatan menyarankan agar pemeriksaan berkala ini rutin dilakukan setiap 3 hingga 5 tahun sekali.
Kabar baiknya, layanan pemeriksaan penting ini dapat diakses oleh masyarakat secara GRATIS, karena sepenuhnya merupakan program pelayanan unggulan dari Puskesmas Talang Ubi.
Rangkaian Pelaksanaan Di wilayah Kelurahan Talang Ubi Barat, pelaksanaan Tes IVA dibagi menjadi dua gelombang demi menjangkau lebih banyak warga secara merata:
Hari Pertama: Dilaksanakan pada hari Jumat, 23 Oktober 2026, bertempat di PUSTU (Pustu) Talang Baru, dengan jumlah peserta yang memeriksakan diri sebanyak 20 orang.
Hari Kedua: Dilaksanakan pada hari Senin, 26 Oktober 2026, bertempat di POSKESKEL, dengan jumlah peserta sebanyak 15 orang.
Pelayanan kesehatan ini juga diselaraskan dan dilaksanakan secara serentak bersama Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) yang dipusatkan di Kantor Lurah Talang Ubi Barat. Konsep pelayanan terpadu ini dinilai sangat efektif karena masyarakat tidak hanya mendapatkan layanan kesehatan khusus wanita, tetapi juga memperoleh akses pemeriksaan kesehatan umum secara bersamaan.
Kesuksesan dan kelancaran kegiatan ini tidak lepas dari sinergi yang kuat antara pihak puskesmas, pemerintah kelurahan, Tim Penggerak PKK, serta para kader kesehatan.
Kegiatan peninjauan langsung di lapangan turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya: Kepala Puskesmas Talang Ubi, Ibu Desi Leni. Ketua TP PKK Kecamatan, Ibu Lesi Karmila.
Ketua TP PKK Kelurahan, Ibu Meri. Serta para Kader Posyandu yang dengan penuh semangat mendampingi para warga.
Kehadiran para pimpinan perempuan ini memberikan motivasi tersendiri bagi warga untuk tidak ragu datang memeriksakan kesehatan mereka.
Sementara itu, Plt. Lurah Talang Ubi Barat, Hj. Ritawati Anwar, S.Th.I., M.Si., NL.P, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak Puskesmas Talang Ubi, jajaran TP PKK, kader posyandu, serta seluruh warga yang telah berpartisipasi aktif. Beliau menegaskan bahwa kesehatan kaum perempuan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan keluarga yang sehat, sejahtera, dan berkualitas di Kelurahan Talang Ubi Barat.
Melalui suksesnya kegiatan ini, diharapkan kesadaran masyarakat PALI, khususnya kaum perempuan, semakin terbangun untuk rutin melakukan deteksi dini demi mencegah risiko terburuk dari kanker leher rahim.
Penulis : Rangga


























