Ogan ilir, – Diduga OknumKepala kantor Pos Tanjung raja Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumsel berinisial MS, telah menjalin hubungan intim dengan perempuan yang masih berstatus istri orang berinisial M. Dari hubungan intim tersebut, perempuan ini telah mengandung beberapa bulan di perutnya. Di ketahui Pria yang merupakan Kepala kantor Pos ini juga berstatus suami orang dan memiliki anak.
Peristiwa ini terjadi pada saat suami dari perempuan ini sedang bekerja, suami perempuan ini bekerja di kapal, yang tidak pasti pulangnya.
Sementara perempuan ini bekerja sebagai tenaga pembantu di kantor Pos Tanjung raja Kabupaten Ogan ilir, mungkin di karnakan sering bertemu maka terjalinlah hubungan asmara di antara keduanya.
Mtn saudara sepupu dari suami perempuan tersebut saat di konfirmasi awak media ini mengatakan, perempuan yang selingkuh itu adalah istri dari sepupunya yang bekerja di kantor Pos Tanjung raja Kabupaten Ogan ilir.
” Dari bulan januari sepupu saya R itu tidak pernah melakukan hubungan intim dengan istrinya, karna sepupu saya tersebut pergi bekerja di kapal, tiba tiba istrinya hamil. Diduga istrinya itu dihamili oleh Kepala kantor Pos tersebut berinisial MS, tuduhan ini menjurus kepadanya berdasarkan banyaknya chat’an yang terdapat di WhatsApp sang istri” katanya, sabtu (30/07/2022).
Sambungnya, pernah dulu istrinya ini di suruh sepupu saya berhenti bekerja, tapi istrinya tidak mau dikarnakan sayang dengan gaji yang diterimanya setiap bulan.
” Dengan adanya kejadian ini maka sepupu saya untuk menghilangkan rasa penasarannya, maka di ceklah oleh sepupu saya di kantor Pos pusat, kebenaran apa benar istrinya tersebut bekerja di kantor Pos Tanjung raja, ternyata nama istrinya tidak ada dan diselidiki ternyata istrinya tersebut hanya membantu di sana sebagai tenaga honorer” ucapnya.
Dia melanjutkan, sejak adanya kejadian ini istri sepupunya itu tidak pernah pulang ke rumah, mungkin malu dengan aib yang terjadi. Kami mendatangi kantor Pos tersebut dan melakukan pendekatan secara persuasif dengan kepala kantor Pos tersebut untuk sama sama mendatangi orang tua dari istri sepupu saya itu.
” Dihadapan keluarga istri sepupu saya dan dihadapan Pemuka agama/ Masyarakat, dia mengakui perbuatannya disertai dengan permintaan maaf, rekaman itu ada pada kami, termasuk bukti bukti yang lain juga ada pada kami, sekarang rumah tangga sepupu saya tersebut sudah berantakan hingga bercerai” bebernya.
Masih terangnya, ditambah dengan bukti pengakuannya maka kami laporkan kejadian ini ke Polres Kabupaten Ogan ilir, tapi kasus ini belum ada tindak lanjutnya dari pihak Kepolisian Resort Kabupaten Ogan ilir.
” Kami sudah pernah mendatangi Polres Kabupaten Ogan ilir tersebut, untuk bertemu dengan Oknum Polisi yang memegang perkara sepupu saya ini, tapi tidak bertemu dengan oknum yang megang berkas tersebut” ujarnya.
Dikarnakan kasus perkara ini belum ada tindaklanjutnya, maka kasus perkara ini akan diteruskan ke Polda Sumsel.
Sementara itu MS dihubungi di tempat kerjanya yang baru sebagai Staf aset di kantor Pos pusat berlokasi di Jalan Merdeka Kota Palembang membantah tuduhan yang di tujukan kepadanya itu.
” Tuduhan itu tidak benar, saya tidak pernah melakukan hubungan intim dengan perempuan itu, kalau masalah chatan itu memang ada, tapi itu hanya sebatas chatan, itu hanya penesan, saya tidak menyangka bakal terjadi hal yang demikian” tuturnya.
Dijelaskan MS, sewaktu mendatangi pihak keluarga M bersama istri dan anak saya, saya merasa terpojok dan tertekan sehingga dengan terpaksa saya mengakui tuduhan itu. Dengan mengakui tuduhan itu, saya sempat ribut dengan istri sesampainya di rumah.
” Sampai di rumah saya sempat ribut dengan istri, setelah saya jelaskan duduk persoalan yang sebenarnya maka istri saya baru mengerti, karna saya mengakui tuduhan itu di karnakan saya merasa tertekan di sertai rasa takut” ungkapnya, senin(01/08/2022)
Kalau memang mereka akan melanjutkan pengaduannya ke Polda Sumsel tidak apa, kalau ada panggilan akan saya hadapi ” Pembuktian benar atau tidaknya tuduhan itu dapat di buktikan nantinya melalui tes DNA” tutupnya.
Pewarta : Yp 007

























