OKU Timur,- Kondisi Rusunawa ASN Pemkab OKU Timur yang menelan anggaran senilai Rp 17 Miliar terkesan mubazir.
Hal ini dikarenakan belum adanya penghuni di Rusunawa tersebut sejak selesai dibangun dan pasca digunakan sebagai tempat pasien Covid (19).
Mirisnya, dengan anggaran yang begitu besar wujud Rusun tersebut nampak terbengkalai dan dipenuhi semak belukar serta sering dijadikan pelajar sebagai tempat bolos dari sekolah.
Terlebih, properti di Rusun tersebut banyak rusak dan hilang dicuri oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Terkait hal di atas, Kepala Dinas Perkim OKU Timur, Danan Rahcmat saat di konfirmasi membenarkan hilangnya properti yang ada di Rusunawa ASN.
”Iya, kita (Dinas Perkim) sudah diberikan kuasa kemudian melaporkan hal tersebut di Polres OKU Timur,” Kata Danan Rahcmat dikonfirmasi diruangan kerja nya, Kamis (4/5).
Saat ini, lanjut Danan, pihak nya tengah mendata jumlah barang yang hilang dan rusak di Rusunawa tersebut.
”Kita lagi mendata apa saja barang yang hilang dan rusak,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur H Lanosin Hamzah saat diwawancarai usai acara halal bihalal di Rumah Dinas (Rumdin) mengatakan, bahwa Rusunawa tersebut sedang diurus masalah hibah nya.
”Itu sebenarnya sudah bisa dibuka Keran nya untuk dapat dimanfaatkan oleh para PNS agar bisa ditempati, namun terkendala Hibah,” pungkasnya.
Namun anehnya, pasca kejadian tersebut pantauan METROSUMSEL.COM situasi Rusunawa masih saja dibiarkan tanpa adanya pengawasan.
Hal ini diduga karena tidak adanya inisiatif dari pucuk pimpinan dalam hal ini Sekda OKU Timur, Jumadi S,sos.
Penulis: Delviero Reaynaldo

























