OKU Timur,- Langgar Peraturan Bupati (Perbup) OKU Timur terkait angkutan Batubara, dua unit mobil truck beserta sopir yang diduga di backing Oknum TNI ditahan di kantor SATPOL PP.
Penahanan ini bermula pada hari Minggu (19/03) sekitar pukul 23:35 WIB, di Jalan Lintas Sumatera, Desa Kota Baru, OKU Timur.
Saat itu dua sopir mobil berjenis dumptruck Nopol BK 8574 FO dan BK 8652 FO mengangkut muatan Batubara dari arah Kabupaten OKU hendak melintasi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) menuju ke Provinsi Lampung. Namun, sopir yang mengaku baru pertama kali melintasi jalur tersebut malah belok ke arah jalan Belitang.
Menurut keterangan Kasat Pol PP, Vikron Usman melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Zainal Abidin saat dikonfirmasi tidak bisa menjelaskan secara rinci.
Ia menyebutkan, bahwa SatPol PP hanya menjadi pendamping, yang berhak memberikan statement iyalah pihak Dinas Perhubungan (Dishub) dan mereka memiliki juknis terkait angkutan Batubara.
”Yang mempunyai Juknis itu pihak Dishub, kami hanya pendamping untuk memastikan apakah benar itu angkutan Batubara. Sebab, kita ini hanya ditumpuhkan,”kata Zainal Abidin, saat dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Senin (20/03).
Saat disinggung siapa yang melakukan penangkapan dan penahanan, Zainal Abidin mengatakan akan melakukan kroscek terlebih dahulu.
”Tinggal kita konfirmasi siapa yang bertugas semalam, jika mereka tau mungkin bisa ditanya,”ucapnya.
Sementara, dua sopir Batubara ketika dibincangi awak media mengatakan, penangkapan itu dilakukan oleh SatPol PP yang pada waktu itu ada sekitar 15 orang.
”Kami ini baru perdana membawa angkutan Batubara, jadi kami enggak tau jalan nya dan kami ikutin google map yang mengarah ke jalur Belitang. Ada sekitar 15 orang Pol PP yang bawah kami ke kantor tanpa memberikan surat pelanggaran atau tilang,”ujar kedua sopir yang tak ingin disebutkan namanya kepada awak media.
Selain itu, sopir juga menyebutkan bahwa pihak SatPol PP meminta atasan nya secara langsung untuk berkoordinasi untuk membereskan perkara ini.
”Tadi kami ketemu sama pak Kasat Vikron dan dia meminta atasan saya pak Bambang untuk berkomunikasi karena katanya masalah ini sudah sampai ke Bupati. Iya yang punya pak Bambang seorang TNI berdomisili di Martapura, tadi barusan saya telpon,”pungkasnya.
Penulis: Delviero Reaynaldo

























