Muratara, – Pengembalian Mobil Dinas Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) kepada Pemerintah Musi Rawas Utara (Muratara) Senin (10/5) memicu keributan
Keributan ini terjadi akibat kemarahan Warga kepada salah satu Anggota Komisioner KPU Handoko yang pada saat itu mengeluarkan perkataan yang kurang enak didengar.”PAYALAH WONG LAH JADI RAJO. ” Perkataan ini diangggap kurangnya Attitude terhadap Wakil Kepala Daerah.
Dengan adanya perkataan demikian Wabup H. Innatullah bertanya kepada Handoko”apo cerito kawan tadi”dikutip dari video keterangan handoko.
“Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum KPU Muratara Handoko, mengatakan saat di konfirmasi wartawan ” seperti ini kronologisnya biar tidak salah paham
memang ini menyangkut tentang surat yang beberapa kali masuk ke kantor KPU muratara terkait masalah penarikan mobil Dinas dimiliki anggota KPU.
Memang beberapa kali anggota aset Negara Kabupaten muratara Seperti kakanda Aipi, kodri dan Beri memberikan surat tersebut kepada kami yang ada di kantor KPU.
“Dan pada akhirnya juga kita angota komisioner yang lain insiatif mengadakan rapat Pleno terbuka mambahas penarikan dua mobil.
Karena kami mengadakan rapat ini biar tau mobil siapa yang ingin di tarik oleh bagian aset pemerintah murataran dan biar tidak ada rasa ketersingungan “Cetus Handoko.
Lanjutnya, pada hari inipun keputusan untuk mengembalikan mobil yang ada di kantor KPU, dengan kesepakatan anggota lainya pada Senin 10-05-2021 seluruh mobil dinas yang ada di kantor KPU di letakan didepan Kantor Pemkab Muratara,
“Dan inisiatif saya juga masalah untuk penyerahan mobil dinas ini akan di berikan kepada Wakil Bupati Muratara H, Ahmad inayatullah. Saya beserta Ardiansyah, dan ibu Nety maupun anggota lainnya mendatangkan kantor pemkab bersama-sama sekitar jam 10 siang dan kami susunlah mobil itu, saya melihat ada mobil pak wabup, saya panggil hallo Wabup, terus saya duduk di teras kebetulan pada saat itu pak wabup berbicara lagi dengan Busairi,
Saya ngomong dah kembalikanlah mobil negara itu, terus saya lewat sambil ngomong. “PAYAH LAH WONG LA JADI RAJO”nah saya di pangil apo cerito kawan tadi, nah cak itulah panggil Wabup
Kemudian saya memasuki ruang sekda dan didalam ruang sekda saya diancam oleh oknum, pas keluar dari ruangan sekda aman dan keluar lagi terjadilah pengeroyokan dan oknum itu berkisar 20 dan 30 Orang berpakaian biasa.
“Ditambahkan Aipi Gustoti Bagian Aset Muratara saat ditemui tempat kejadian, menyampaikan” memang salah prosedur manyangkut penyerahan Mobil Dinas yang dilakukan pihak Komisioner KPU muratara dengan memberikan langsung kepada Wakil Bupati H, Ahmad Inayatullah
Kita sudah pernah menyarankan kepada pihak KPU apabila ingin mengembalikan Mobil Dinas yang ada di kantor KPU harus serahkan kepada pihak bagian aset saja, jangan langsung memberikan ke Bupati dan Wakil Bupati, karena di negara kita ada prosedur, tugas aset sudah ada yang menangani, tapi kenapa pihak KPU mau mengembalikan mobil langsung dengan Wabup apa tujuan mereka. “Tutup Aipi
(Indra)

























