
PALEMBANG, Metrosumsel.com — Aksi protes swastanisasi pengelolahan aset daerah Jakabaring Sport City (JSC) oleh PT Palang Parkir Indonesia (PPI) oleh Aliansi Pemuda Peduli Sumatera Selatan (APPS), mandapat perhatian khusus pemerhati sosial Bagindo Togar BB.
Bagindo Togar menilai, Jakabaring Sport City yang merupakan aset pemerintah provinsi Sumatera Selatan, seharusnya dikelola dengan profesioanal.
“Ini merupakan bentuk ketidak mampuan pemerintah dalam merumuskan dan memutuskan suatu kebijakan terhadap capaian pemerintah. JSC seharusnya dapat dikelola secara profesional tidak perlu diswastanisasikan, itu kan dibangun menggunakan uang rakyat juga,” kata Bagindo, Sabtu (12/01).
Pemerintah yang punya hak dan inisiatif untuk meninjau ulang pendapat dan aspek-aspek teknis dalam pengelolahan JSC. Dalam prinsip-prinsip keterbukaan publik maka masyarakat berhak mengetahuinya.
“Saya kira ini bentuk upaya untuk memarjinalkan hak-hak rakyat demi kepentingan dan keuntungan ekonomis kelompok tertentu,” pungkas mantan ketua IKA Fisif Unsri 2013-2018 ini.
Bahkan dalam sejumlah perbincangan, Aliansi Pemuda Peduli Sumatera Selatan segera melakukan gerakan boikot masuk Jakabaring Sport City.
Laporan : Muhammad Maulana
Editor : reza




























