PALI, Metro Sumsel– Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menyelenggarakan workshop jurnalistik dengan tema “Optimalisasi Media Sosial untuk Jurnalistik di Era Digital”. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para jurnalis lokal agar mampu beradaptasi dengan perubahan pola konsumsi informasi masyarakat yang kian bergeser ke platform digital.
(Kamis, 14/05/2026).
Kegiatan Workshop berlangsung di sekretariat PWI PALI dan menghadirkan Bung Fatkurohman S.Sos selaku narasumber FONDER BungFK Digital Analysis Research Centre (BDRC). Dikuti oleh puluhan media dari berbagai organisasi media di kabupaten pali.
Bung Fatkurohman S.Sos mengatakan bahwa Fokus utama pelatihan adalah bagaimana mengemas berita yang akurat dan beretika ke dalam format konten media sosial seperti Instagram, TikTok, dan Facebook tanpa menghilangkan marwah jurnalistik.
Karena Di era digital ini, kecepatan adalah kunci, namun akurasi tetap yang utama. Kita harus mampu memanfaatkan algoritma media sosial untuk menyebarkan informasi yang mencerdaskan masyarakat, bukan sekadar mencari klik atau viralitas semata.
Sementara itu Ketua PWI PALI, Joko Sadewo, SH., MH dalam sambutannya menekankan bahwa media sosial bukanlah musuh bagi jurnalis, melainkan alat (tool) yang sangat kuat untuk memperluas jangkauan berita.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten PALI tidak hanya mahir dalam menulis berita konvensional, tetapi juga menjadi content creator yang bertanggung jawab dan mampu menangkal peredaran berita bohong (hoaks) yang marak di media sosial.
Dan Workshop ini diikuti oleh puluhan wartawan dari berbagai media, baik cetak, elektronik, maupun daring yang bertugas di wilayah Bumi Serepat Serasan.
Jurnalis : Rangga
























