Truk Muatan Batubara Sering Melintas Dijalan Lintas Sumatera Kabupaten OKU Mapan Gelar Aksi

Spread the love

Metrosumsel.com, OKU- truk muatan batubara sering melintas dijalan lintas sumatera kabupaten Oku sehingga membuat Ratusan masyarakat yang terbagung dalam Masyarakat Pemerhati Angkutan Jalan (MAPAN) melakukan orasi penghadangan mobil angkutan batubara yang melintas di jalan lintas Sumatera, Kamis (23/01/2020).

Pantauan dari tim metrosumsel Aksi MAPAN ini dipusatkan di Kecamatan baturaja timur Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dalam aksi ini MAPAN OKU menyatakan sikap bahwa melarang armada angkutan khusus batubara melintas di jalan nasional wilayah Kabupaten OKU.

Hipzin ketua Masyarakat Pemerhati Angkutan Jalan (MAPAN) Mengatakan Sesuai dengan ketentuan undang-undang RI nomor 38 tahun 2004 tentang jalan sebagaimana dimaksud dengan pasal 1 angka 5 bahwa jalan umum adalah jalan yang diperuntukkan bagi lalu lintas umum dan angka 6 jalan khusus adalah jalan yang dibangun oleh instansi badan usaha perorangan atau kelompok masyarakat untuk kepentingan sendiri untuk itu tidak dibenarkan angkutan batubara melintas di jalan umum,” terang Warga, Hipzin.

sikap masyarakat pemerhati angkutan jalan (MAPAN), menilai bahwa kerusakan jalan umum selama ini disebabkan oleh armada angkutan khusus batubara yang melebihi tonase, di samping itu konvoi truk angkutan batubara sangat mengganggu jarak pandang pengguna jalan umum lainnya dan penyebab tingginya angka kecelakaan oleh sebab itu armada angkutan batubara sangat pantas menggunakan jalur khusus sebagaimana yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan,jelas hipzin

Oleh sebab itu masyarakat pemerhati angkutan jalan (MAPAN) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) akan terus-menerus melakukan penertiban atau melarang angkutan khusus batubara yang selama ini melintas dengan bebas di jalan umum wilayah Kabupaten OKU sehingga peraturan perundang-undangan dapat ditegakkan.

Dalam aksi ini MAPAN OKU, meminta Kapolres OKU dan Kapolda Sumatera Selatan serta Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten OKU dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Selatan agar segera melakukan tindakan tegas terhadap armada angkutan batubara yang masih bebas melintas di jalan nasional diwilayah Ogan Komering Ulu (OKU), sebagaimana dimaksud dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2019 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 5 ayat 1.

Nampak dalam aksi ini puluhan angkutan batubara distop dan diminta untuk putar balik kembali ke daerah Tanjung Enim.

“Silahkan putar balik, kita sesama warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama, jangan kalian yang untung sedangkan kami menanggung akibatnya”,pungkas Hipzin

 

Kontributor : Dodi


Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here