PALI, Metro Sumsel — Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatra Selatan, menghadapi eskalasi darurat ekologis menyusul anjloknya indeks kualitas udara hingga menyentuh ambang batas zona berbahaya. Merespons ancaman krusial terhadap kesehatan publik ini, aksi kolaboratif lintas sektor yang melibatkan unsur legislatif, birokrasi pemerintahan, dan korporasi digulirkan secara masif di kawasan strategis Terminal dan Pasar Inpres Talang Ubi Pendopo.
Gerakan tanggap darurat yang dihelat pada Senin, 12 Oktober 2026, ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Kecamatan Talang Ubi sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Lurah Talang Ubi Barat, Hj. Ritawati Anwar, S.Th.I., M.Si., NL.P. Kehadiran aparatur kelurahan tersebut diperkuat oleh partisipasi aktif Anggota DPRD Kabupaten PALI dari Partai Hanura, H. Husni Tamrin, serta representasi manajemen PT Pertamina EP Field Pendopo.
Sebagai wujud mitigasi preventif terhadap risiko lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), ribuan masker medis didistribusikan secara langsung kepada para pedagang, pengendara, dan masyarakat yang beraktivitas di ruang publik. Total akumulasi logistik proteksi kesehatan yang berhasil dihimpun dan disalurkan mencapai 2.650 lembar, dengan rincian kontribusi sebagai berikut:
• 1.500 lembar dari inisiatif mandiri Hj. Ritawati Anwar dan H. Husni Tamrin.
• 1.000 lembar alokasi bantuan langsung dari Bupati PALI, Asgianto, S.T.
• 150 lembar kontribusi korporasi melalui PT Pertamina EP Field Pendopo.
Distribusi logistik ini difokuskan untuk melindungi kelompok rentan, termasuk anak-anak, lansia, dan pekerja luar ruangan yang memiliki tingkat eksposur polusi tertinggi. Di sela-sela kegiatan, Hj. Ritawati Anwar menyampaikan imbauan persuasif agar masyarakat meningkatkan proteksi diri.
“Melihat indeks pencemaran udara yang telah tereskalasi ke kategori berbahaya, kami mengimbau warga untuk mereduksi aktivitas luar ruangan yang tidak esensial. Bilamana mobilitas eksternal tak terhindarkan, penggunaan masker secara disiplin menjadi instrumen proteksi respirasi yang mutlak,” tegas Hj. Ritawati Anwar.
Ia turut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus bersiaga memantau dinamika kualitas udara serta mengimbau masyarakat untuk segera mengakses fasilitas kesehatan terdekat apabila manifes gejala klinis seperti sesak napas atau batuk persisten mulai dirasakan.
Aksi responsif ini mendapat apresiasi positif dari publik, khususnya para pedagang Pasar Inpres Pendopo yang merasa terbantu secara psikologis dan preventif di tengah lonjakan harga alat pelindung diri serta minimnya proteksi mendadak. Masyarakat berharap sinergi strategis antara pemerintah, legislatif, dan sektor swasta ini tidak berhenti pada intervensi jangka pendek, melainkan berlanjut pada penanganan komprehensif terhadap akar permasalahan lingkungan di Kabupaten PALI.
Jurnalis: Rangga






















