
PALEMBANG, Metrosumsel.com – Dampak pendemi Corona Virus (Covid-19) kian dirasakan pedangang di Pasar 16 Ilir Kota Palembang, Sumatera Selatan. Penjualan yang terus menurun drastis dikhatirkan banyak pedangan gulung tikar.
Ketua Asosiasi pedagang kaki lima Sumatera Selatan, Darwis menyampaikan, pemerintah harus segera mengambil langka strategis, agar keberlangsungan perekonomian para pedagang terus berkelanjutan.
“Dan kini mereka (PKL-red) sudah mulai merasakan kesulitan untuk mencukupi makan kesehariannya. Saat-saat yang sangat diharapkan di setiap tahun oleh pedagang kaki lima yaitu bulan puasa ramadhan dan idul fitri pun tidak akan dapat menolong kehidupan mereka di tahun 2020 ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Dampak serangan Virus Corna (Covid-19) ini kami khatir banyak pedagan gulung tikar. Karena pademi civid-19 tersebut telah menutup mayoritas transaksi langsung dilapak – lapak pedagang kaki lima itu,” sampai Darwis saat dihubungi Metrosumsel.com via seluler pribadinya, Kamis (23/04/29).
“Ribuan anggotanya terancam punah karen penghasilan mereka merosot tajam. Bahkan sering kali mereka harus menelan pil pahit karena tidak mendapat uang sama sekali untuk dibawa pulang,” ungkap Darwis.
Darwis mengatakan asosiasinya telah membuat program untuk ketahan ekonomi pedagan khususnya kaki lima, tentu program kerja ini dapat berjalan bila adanya sinergi dan bahu membahu dari pemerintah khususnya pemerintah kota Palembang.
“Kami sudah menyiapkan program dan semoga pemerintah kota Palembang dengan tangan terbuka dapat menerima program kerja yang kami siapkan. Sebagai bagian dari pergerakan ekonomi keberadaan pedagang kecil kaki lima serta UMKM mampu menjadi pilar ekonomi kerakyatan yang selalu dapat bertahan walau dihantam badai krisis ekonomi,” tutup inisiator FGD Dusun Demokrasi ini.
Laporan : Mohammad































