BANYUASIN, Metrosumsel.com – Curahan hati disampaikan Perawat Pasien Covid-19 berinisial MA warga RT 10 Kelurahan Air Batu, Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, Sumatera Selatan. Betapa tidak MA menjadi salah satu perawat yang menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 (alm RW) di Puskesmas Sri Katon Kecamatan Air Selek, Kabupaten Banyuasin.
MA menceritakan hingga saat ini, sejak dinyatakan pasien Covid-19 (alm RW) terkonfirmasi positif Virus Corona dirinya belum mendapatkan penanganan medis, baik berupa rapid test maupun test swab dari dinas kesehatan Kabupaten Banyuasin.
“Saya sudah lama melakukan isolasi diri, semenjak saya mengetahui bahwa pasien yang sempat saya rawat di Puskesmas Sri Katon terkonfirmasi positif Virus Corona. Waktu itu saya ikut menerima pasien dan saya juga ikut merujuk pasien kerumah sakit Bombaru Palembang. Setelah itu Kamis (23/04/20) saya pulang kerumah, keesokan harinya saya mendapat kabar pasien tersebut meninggal dunia dan dimakamkan dengan proktap Covid-19 di tempat pemakaman umum Gandus Palembang. Mengetahui kabar tersebut saya tidak keluar rumah lagi dan melakukan isolasi mandiri, sejak Selasa (29/04/20) sampai sekarang,” cerita MA saat dihubungi Metrosumsel.com via seluler pribadinya, Senin (04/05/20).
“Sejak diketahui pasien tersebut terkonfirmasi positif Virus Corona, memang beberapa kali saya dihubungi untuk melakukan test swab. Namun saya diminta datang ke Kecamatan Air Salek, saya kira hal itu tidak mungkin dapat dilakukan, pasalnya saya melakukan isolasi mandiri dirumah dan tidak mungkin saya keluar rumah sendiri tanpa pendampingan, sementara saya tinggal di Kecamatan Talang Kelapa, jarak tempuhnya pun sangat jauh. Selang beberapa hari (Jumat (01/05/20) saya mendapat informasi akan dilakukan test swab di RSUD Banyuasin, dibatalkan dan dijadwal ulang hari ini (Senin (04/05/20)), namun test swab pun batal, entah apa yang kendalanya. Sementara dokter Beno, kepala puskemas Sri Katon tetap melakukan test swab di RSUD Banyuasin, padahal dokter Beno akan dilakukuan test swab bersama saya, kenapa bisa beda-beda seperti ini, Jadi kapan saya test swab” keluhnya.

Sementara itu kepala puskesmas Sri Katon, dokter Beno dikonfirmasi Metrosumsel.com, membenarkan bahwa dirinya pun baru hari dilakukan test swab di RSUD Banyuasin.
“Sudah, tadi pagi,” kata dokter Beno via aplikasi WhatsApp pribadinya.
Sementara itu Bupati Banyuasin, Askolani menyampaikan, bahwa untuk melakukan rapid test dapat dilakukan kapan saja, namun yang bersangkutan harus dilakukan test swab, hal ini dapat dilakukan menunggu jadwal Kementrian Kesehatan.
“Iya kalau untuk test swab menunggu dari Kementrian Kesehatan, kalau kita sebenarnya inginnya secepatnya, kalau bisa kejadian hari ini harus dilakukan test swab hari ini. Namun kewenangan bukan ditangan kita untuk itu, tapi kita meminta terus,” sampai Bupati Banyuasin Askolani usai mengikuti rapat di gugus tugas Covid-19 Banyuasin.
Laporan : reza






























