MURATARA | Sungguh naas nasib yang dialami Aidil Putra (27) dan Darmadi (52) warga Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara.
Keduanya yang merupakan menantu dan ayah mertua ini diduga dianiaya oleh oknum anggota Polres Muratara berInisial BR, hingga salah satunya mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kiri.
Diketahui, peristiwa tersebut terjadi dijalan poros menuju Desa Lubuk Rumbai di sekitar tugu perbatasan Kelurahan Rupit (KBM Rt 11), Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara, pada Senin (20/11) sekitar pukul 03.00 Wib dini hari.
Menurut informasi, bermula saat Aidil Saputra (27) mengendarai sepeda motor dari RSUD Rupit menuju pulang ke Rumahnya.
Lalu, ketika melintas di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dirinya distop oleh oknum Polisi berinisial BR dan oknum tersebut langsung merampas kunci motor korban dengan dalih Razia.
Kemudian, Aidil Saputra (27) bilang ini ada apa dan mohon-mohon minta kunci motornya kembali, namun tidak di kasih.
Selanjutnya, korban pun menelpon bapak mertuanya Darmadi (52) guna memberitahu bahwa kunci motor ditahan oleh oknum anggota polisi yang memakai baju preman mengaku Razia.
“Aku telpon bak ku, bak cobo ke siko gal aku ko di tilang polisi katonyo razia,” sampai Aidil Saputra (bahasa daerah red).
Kemudian, Darmadi tiba di TKP dan meminta kepada oknum polisi tersebut agar dikembalikan kunci motor karena istrinya ingin melahirkan di RSUD Rupit.
Namun, bukannya memiliki rasa hibah oknum polisi tersebut justru marah kepada Darmadi dan mengatakan bahwa itu bukan urusannya. Sehingga terjadilah cekcok mulut antara keduanya serta diwarnai aksi pemukulan oleh oknum Polisi berisinial BR kepada korban, Darmadi.
“Sangat disayangkan sekali atas kelakuan oknum Polisi berinisial BR tersebut, karena seharusnya memberikan rasa aman dan mengayomi masyarakat dan ini malah sebaliknya meresakan masyarakat,” kata Aidil Saputra.
Oleh karena itu, atas peristiwa yang menimpa ia dan ayah mertuanya, Aidil Saputra melaporkan peristiwa itu ke Propam Polres Kabupaten Muratara, pada tanggal 20 November 2023.
“Kita sudah membuat laporan ke Propam Polres Muratara, namun sudah tiga hari berlalu sejak kejadian belum juga ada kejelasan dan hingga sekarang oknum Polisi itu belum juga diproses,” ungkapnya.
“Saya menyayangkan Polres Muratara terkesan lambat untuk menangani kasus ini dan jangan mentang mentang kami ini orang kecil hukum tidak ditegakkan,” cetusnya menambahkan.
Sementara itu, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak kepolisian Polres Muratara, yakni Kasi Propam tidak ada di tempat dan hingga berita ini diterbitkan belum juga ada keterangan resmi dari pihak Polres Muratara.
Penulis: Holindra
Editor: Delviero Reaynaldo
































