MURATARA — Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap penerapan Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Inovasi strategis yang diinisiasi oleh Balai Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Sumatera Selatan ini dirancang sebagai akselerator peningkatan produktivitas padi di daerah.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui momentum Gerakan Tanam Padi di Desa Lesung Batu Muda, Kecamatan Rawas Ulu. Agenda ini sekaligus menandai tahap awal implementasi PM-AAS pada lahan percontohan seluas 1 hektare, dari total proyeksi pengembangan seluas 43 hektare di wilayah tersebut.
Acara peluncuran turut dihadiri oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Al Azhar, S.Kom., M.Si., yang hadir mewakili Bupati Muratara. Hadir pula Kepala BRMP Sumsel, Dr. Noor Roufiq Ahmadi, S.TP., M.P., Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri Siswani, S.P., M.P., jajaran pemerintah daerah, para penyuluh pertanian, serta unsur kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Muratara, Ade Meiri Siswani, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BRMP Sumsel atas sinergi dan intervensi teknologi yang dihadirkan di Kabupaten Muratara. Menurutnya, langkah ini merupakan instrumen krusial dalam mentransformasikan corak agrikultur konvensional menuju sistem yang lebih efisien, produktif, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani.
“Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian, menekan biaya produksi, serta mendorong petani untuk lebih adaptif terhadap penggunaan teknologi pertanian modern,” ungkap Ade.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRMP Sumsel, Dr. Noor Roufiq Ahmadi, memaparkan bahwa PM-AAS mengintegrasikan sistem budidaya padi berbasis mekanisasi komprehensif dan teknologi mutakhir guna mengoptimalkan efisiensi pemanfaatan lahan. Melalui pendekatan ini, produktivitas padi di Kabupaten Muratara diproyeksikan mampu mendongkrak hasil hingga 10 ton per hektare.
Target ambisius ini merefleksikan lonjakan yang signifikan apabila dikomparasikan dengan rerata produktivitas eksisting yang saat ini berkisar antara 5 hingga 6 ton per hektare.
Sebagai bentuk pengawalan teknis, Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Al Azhar, mengimbau seluruh jajaran penyuluh pertanian agar berperan aktif mendampingi para petani. Pendampingan intensif ini dinilai esensial agar diseminasi teknologi modern dapat terinternalisasi secara optimal di tengah masyarakat agraris Muratara.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup secara simbolis melalui aksi penanaman padi menggunakan alat drum seeder melalui metode tanam benih langsung (tabela) berpola 4:1. Diterapkannya sistem PM-AAS ini diyakini mampu menjadi momentum kebangkitan produktivitas padi daerah, mempercepat siklus masa tanam, sekaligus memperkokoh kontribusi strategis Kabupaten Muratara dalam menyukseskan program swasembada pangan nasional.
Kontributor: Holindra
























