Lubuk Linggau, – Salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah ialah meratanya pembangunan di daerah tersebut yang dimana hal tersebut bersifat bersentuhan langsung kepada masyarakat untuk unsur manfaatnya. Dengan demikian
DPC GMNI Lubuklinggau, musi rawas dan Muratara, Mengulik kembali 12 program prioritas NANSUKO (walikota dan wakil walikota lubuklinggau di saat berkampanye 2019 silam) dimana salah satunya ialah perihal Peningkatan dan pembangunan infrastruktur dasar (jalan, jembatan, listrik, dan air bersih).25/05/2021
Menitik beratkan kepada 12 program prioritas tersebut dimana salah satunya ialah perihal Peningkatan dan pembangunan infrastruktur dasar (jalan, jembatan, listrik, dan air bersih).
maka Eris Yong Hengki (Ketua DPC GMNI Lubuklinggau, musi rawas dan Muratara), Melalui Exley Pradika (Kader GMNI serta Pemuda asli kota lubuklinggau) menuturkan bahwa program prioritas tersebut terkhususnya perihal infrastruktur yang di janjikan bapak wali kota tidak di rasakan oleh masyarakat Ulu Malus Kelurahan Petanang Ulu Kecamatan Lubuklinggau Utara I, karena kondisi jalan utama yang digunakan masyarakat setempat yang merupakan satu-satunya akses jalan untuk melakukan aktivitas sangatlah memprihatinkan bahkan sangat tidak pantas untuk disebut sebagai jalan yang termaktum di dalam wilayah kota lubuklinggau, bahkan satu-satunya jembatan penghubung yang ada disana hanya tinggal menghitung hari lagi untuk ambruk padahal sama-sama kita ketahui bahwa daerah tersebut jelas bagian dari kota lubuklinggau,tuturnya
Lanjutnya lagi,dengan ini patut dipertanyakan keseriusan dan kepedulian pemerintah kota lubuklinggau terhadap pembangunan infrastruktur dasar yang sebagaimana termaktum di dalam 12 program prioritas yang di janjikan, terkhususnya di desa Ulu Malus kelurahan Petanang Ulu.
padahal pada saat ini sama-sama kita ketahui bahwa walikota lubuklinggau sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunn infrastruktur dimulai dari pembangunan danau buatan, jembatan di bawah kaki bukit sulap, jalan penghubung dari barat ke utara yang membela hutan belantara dan pembangunan lainnya, padahal ada yang lebih penting dari pada itu yakni jalan dan jembatan masyarakat Ulu Malus yang merupakan Askes masyarakat kota lubuklinggau,
jadi menurut helat saya alangkah baiknya jika wali kota lubuklinggau lebih memfokuskan pembangunan infrastruktur yang sifatnya bersentuhan langsung dan berguna bagi masyarakat, dari pada memfokuskan pembangunan dan mengelontarkan biaya yang sangat besar untuk pembangunan yang untuk unsur kebermanfaatannya sangat minim bagi masyarakat, Dimana keadilan bagi seluruh rakyat indonesia yang termaktum di dalam butir ke 5 Pancasila. Tegas Exley
Kemudian menurut penjelasan warga setempat pak. Nar sapaannya sudah puluhan tahun akses jalan kami ini rusak, mengupas cerita lama saat musim hujan jalan kami ini becek persis seperti (kobokan kerbau) jika hujan malamnya sangat lebat maka akan menjadi petaka bagi masyarakat malus terutama anak sekolah untuk melintasi jalan yg ekstrim itu, sekarang alhamdulilah sebagian jalan sudah di aspal kurang lebih 1,8 KM itu pun masih menjadi pertanyaan besar bagi masyarakat yg awam ada apa dgn pengaspalan yg tidak tahu dimana titik nol nya itu ujar beliau, dan sekarang yg sangat ditakutkan jembatan tua yg ada dimalus itu sudah miring sebelah tinggal menghitung hari akan putus, kemudian puskesmas yg sangat disayangkan hanya bangunan nya saja tetapi tidak digunakan sama sekali, kami sebagai masyarakat sipil warga kota lubuklinggau kecamatan utara 1 kelurahan petanang ulu desa ulu malus sangat berharap besar dgn kebijakan-kebijakan pemerintah kota lubuklinggau terkhusus bapak wali kota H. SN Prana Putra Sohe untuk dapat mendengar keluhan rakyat kecil seperti kami ini. tutupnya (Indra/rls)

























