
BANYUASIN, Metrosumsel.com — Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin Fraksi PKB, Emi Sumirta kembali angkat bicara dan mengaku prihatin terhadap perawat berinial MA yang merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 (almh RW) namun hingga kini belum tersentuh tindakan medis dari tim gugus tugas pemerintah daerah kabupaten Banyuasin.
“Saya bingung, kadang informasi yang kami terima dari beberapa bawahan bupati terutama gugus tugas kabupaten sepertinya selalu tidak terjadi apa-apa dan selalu beres serta nampaknya bekerja dengan maksimal. Pada kesempatan ini saya informasikan kepada bapak bupati yang terhormat, hingga saat ininmasyarakat masih menunggu hasil tracing pasien terkonfirmasi positif Covid-19 (almh RW) warga Desa Salek Agung Kecamatan Air Salek,” kata Emi Sumirta, Senin (04/05/20).
“RW bisa terpapar covid darimana ? Berdasarkan info dari banyak pihak dalam hal ini bawahan bupati bahwa telah selesai tracing kontak dan sudah selesai di tes baik rapid tes maupun test swab. Tapi realitasnya sangat menyedihkan dan memprihatinkan ternyata setelah 11 hari kejadian meningganya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 meninggal, masih seorang perawat terabaikan, padahal perawat tersebut saat itu menangani langsung pasien terkomfirmasi positif Covid-19 (almh RW) tersebut, ketika di puskesmas Sri Katon bahkan perawat tersebut pun ikut dalam merujuk ke RS pelabuhan Palembang,” ungkap ketua PW Pagar Nusa Sumsel ini.
Dijelaskan Emi Sumirta,” Sejak almh RW meninggal perawat tersebut secara sadar telah melakukan isolasi mandiri dikediamannya di Kelurahan Air Batu dan sangat memprihatinkan sampai detik ini belum ada sedikitpun kepedulian dari pihak yg bertanggung jawab untuk mendukung dan mensuportnya. Bahkan untuk test swab pun yang bersangkutan sempat diminta berangkat sendiri ke Puskesmas Srikaton dan RSUD banyuasin yang dua kali dijadwalkan tetapi selalu batal,” jelas politisi PKB ini.
“Tidak hanya itu saja, sampai detik ini pun perawat tersebut dibuat kebingungan apa yang harus dilakukan selain dari isolasi mandiri,” pungkas Emi.
Emi Sumirta berharap bupati Banyuasin dalam hal ini sekaligus ketua gugus tugas kabupaten untuk mengingatkan jajarannya agar lebih serius dan proaktif dalam menangani kasus Covid-19, karena ini merupakan pertaruhan nyawa manusia, janga sampai bawahannya hanya menyampaikan laporan yang asal bapak senang (ABS) saja.






























