Jalan Kabupaten di kecamatan Jaya Pura OKU Timur Rusak dan Berdebu, Perusahaan Pemecah Batu Harus Ikut Bertanggung Jawab

Spread the love

Metrosumsel.com, OKU Timur, – Jalan kabupaten Tepat berada di Kecamatan Jaya Pura, OKU Timur provinsi Sumsel berkapasitas maksimal 8 ton tersebut rusak parah tepat di desa Tumi jaya.

Kerusakan jalan kabupaten terssbut Akibat setiap hari dilalui kendaraan angkutan batu pecah berkapasitas besar(Over Tonase). Selain rusak jalan juga berdebu membuat masyarakat di wilayah kecamatan itu merasa tidak nyaman.

Hujan debu selain membuat rumah warga terutama bagian atap maupun genteng kotor juga membuat kesehatan masyarakat terganggu. Bahkan masyarakat terancam terkena infeksi ganguan pernapasan akibat menghirup debu jalan.

Menanggapi keluhan masyarakat yang merasa resah karena kondisi jalan rusak parah, akibat setiap hari dilalui kendaraan besar pengangkut batu pecah. Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, pada Kamis (19/11/2020) melakukan Sidak di ruas jalan kabupaten yang ada di Kecamatan Jaya Pura.

Wakil Bupati OKU Timur Fery Antoni, SE, mengatakan, jalan ini cepat rusak karena setiap hari kendaraan bertonase besar melintas(Over Tonase). Sedangkan kapasita jalan ini maksimal hanya delapan ton, sementara angkutan batu pecah yang milintas tonasenya hingga 20 ton. Kondisi jalan yang hancur selama ini dikeluhkan masyarakat.

Karena itu perusahaan batu pecah harus ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan. Karena penyebab kerusakan ini salah satunya oleh kendaraan tonase besar milik beberapa perusahaan batu di daerah ini untuk itu Pemkab OKU Timur akan memanggil pihak perusahaan dan harus bertanggungjawab dalam perbaikan jalan, terangnya.

Jalan kabupaten ini merupakan jalan kelas tiga dengan yang seharusnya dilalui oleh mobil angkutan dengan kapasitas maksimal delapan ton. Sedangkan ini setiap hari dilalui oleh kendaraan dengan muatan 15 hingga 20 ton, tentu jalan akan rusak,ungkapnya.

“Seluruh perusahaan batu harus ikut bertanggungjawab atas kerusakan jalan dan kita akan panggil seluruh perusahaan batu yang ada di kecamatan Jaya Pura, setiap perusahaan ada CSR kita minta perusahaan-perusahaan itu ikut bertanggungjawab membangun jalan yang rusak jika tidak tentu akan ada sanksi dari Pemkab,”ujar Fery.

Wabub OKU Timur juga menambahkan, setiap perusahaan itu ada CSR selama ini belum pernah ada sumbangsih dari perusahaan melalui CSR ke Pemkab OKU Timur. Untuk itu kedepan perusahaan-perusahaan tersebut akan ditertibkan.”Jangan perusahaan tidak perduli dengan kondisi daerah, perusahaan mencari untung di daerah kita tapi tidak memperdulikan kondisi daerah kita,”tegas wabub.

Sementara Eko Jumanto warga Desa Tumi Jaya, Kecamatan Jaya Pura, saat di bincangi awak Media, kerusakan jalan akibat truk tronton pembawa batu yang selalu melintas. Tidak ada bantuan untuk perbaikan jalan dari perusahaan. Akibatnya kondisi jalan rusak dan berdebu, masyarakat sudah sempat demo meminta perusahaan batu bertanggungjawab.

“Akibat hujan debu ada masyarakat sakit dan insfeksi kita minta perusahaan melakukan perbaikan jalan,”ujarnya.

Sementara GN salah seorang sopir dumd truck milik sebuah perusahaan batu pecah mengakui kapasitas mobil yang dibawanya sebesar 20 ton. Setiap hari mengakut batu ke arah Tanjung Enim.”Kita ini hanya sopir pak sehingga tidak tahu tentang larangan angkutan berat,”Kata Dia.

Kontributor : Rilis/ Adi.


Spread the love

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here