OPINI
Penulis: Delviero Reaynaldo/Senin 17 April 2023
Saat ini masih banyak manusia yang “MENDEWAKAN” seorang manusia. Padahal sama-sama manusia.
Hal seperti itu banyak ditemui ketika manusia merasa kagum atas perbuatan seorang manusia yang dirasa baik bagi manusia tersebut. Sampai-sampai kebaikan yang diperbuat oleh manusia tersebut menjadi topik utama saat berbincang dengan manusia lainya.
Melihat akan fenomena tersebut, sebagian kalangan manusia tak lagi merasa heran, Karena Manusia “Mendewakan” Manusia sudah ada sejak dulu kala. Akan tetapi, bila kita lihat dan perhatikan secara seksama, sifat manusia yang suka berlebihan mendewakan manusia tersebut merupakan perbuatan yang sia-sia. Karena sesungguhnya setiap manusia tak luput dari kesalahan dan dosa.
Maka dari itu, untuk menghadapi manusia “Mendewakan” manusia kita hanya perlu bersikap seolah kita menghargai perkataan seorang manusia tersebut, tanpa perlu menyimak apa yang manusia itu sebut.
Boleh saja kita sebagai manusia menyanjung akan kehebatan seorang manusia asalkan jangan terlalu berlebihan. Karena sejatinya sebuah hal yang berlebihan itu akan menjadi tidak baik.
Lebih baik, kita melakukan perbuatan yang selayaknya. Seperti memuji seadanya dan sesuai fakta tanpa ada niatan terselubung.
Jika seorang manusia tetap terus lanjut mendewakan manusia tanpa memikirkan dampak dari perbuatannya, yakin lah bahwa manusia tersebut termasuk orang yang bodoh. — Delviero Reaynaldo






























