SEKAYU — Pembentukan tim gabungan lintas sektor yang diinisiasi oleh Kepala Kepolisian Resor Musi Banyuasin (Polres Muba), AKBP Adik Listiyono, untuk memberantas rantai pasok angkutan minyak hasil penyulingan ilegal (illegal refinery) kini berada di titik nadir kredibilitas. Kebijakan strategis yang semula digadang-gadang sebagai komitmen tegas penegakan hukum tersebut justru menuai sorotan tajam dan memicu krisis kepercayaan publik setelah insiden pembiaran kasat mata di jantung wilayah hukum setempat.
Ironi penegakan hukum ini terekam jelas pada Jumat dini hari, tepatnya pukul 04.00 WIB. Sekitar 16 armada truk dan mobil tangki yang bermuatan penuh minyak ilegal hasil penyulingan rakyat terpantau melenggang bebas tanpa hambatan. Konvoi kendaraan berat tersebut melintas tepat di depan Markas Kepolisian Sektor (Polsek) Sekayu, sebuah pemandangan yang memantik tanda tanya besar sekaligus geram di kalangan pemerhati hukum dan masyarakat sipil.
Fenomena lolosnya puluhan armada sarat muatan ilegal di muka pos komando penegak hukum memunculkan hipotesis minor di tengah masyarakat. Publik mulai mempertanyakan urgensi dan efektivitas tim lintas sektor bentukan Kapolres Muba, apakah operasi penertiban dan razia yang masif digencarkan pada awal pembentukan hanya bersifat seremonial belaka atau sekadar “penghias laporan” yang berumur seumur jagung.
“Kejadian ini mencederai rasa keadilan masyarakat dan menampar institusi kepolisian itu sendiri. Bagaimana mungkin sebuah operasi pemberantasan illegal refinery diklaim berjalan efektif, sementara di waktu subuh konvoi belasan truk minyak ilegal bisa melenggang mulus tepat di depan Polsek Sekayu? Ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi lemahnya pengawasan internal atau administrative failure yang sistemik,” ujar salah seorang pengamat sosial dan hukum lokal yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Praktik pengangkutan minyak ilegal di Kabupaten Musi Banyuasin sendiri selama ini menjadi episentrum masalah kompleks yang melibatkan jaringan ekonomi bayangan. Keberadaan illegal refinery tidak hanya merugikan keuangan negara dan merusak ekosistem lingkungan secara masif, tetapi juga kerap memicu insiden kebakaran dan korban jiwa akibat rendahnya standar keselamatan.
Pihak Polres Musi banyuasin melalui Kapolsek Kota Sekayu mengatakan, kalau anggotanya sampai saat ini terus melaksanakan giat, dan mengenai armada yang melintas di depan Polsek Sekayu kami tidak mendapatkan info. Jelas kapolsek sekayu. (Reza)
























