
PALEMBANG, Metrosumsel.com — Peristiwa tsunami yang melanda Provinsi Banten dan Provinsi Lampung yang terjadi Sabtu (22/12) malam, menyisahkan luka yang mendalam bagi masyarakat Indonesia.
Mularis Djahri salah satunya, Ketua umum Jokowi Ma’ruf (JMA) Centre ini, menyampaikan keprihatinannya, serta rasa duka yang mendalam, atas musibah yang menimpa saudara-saudara yang ada di Banten dan Lampung.
“Tentu kami turut berduka cita atas musibah tsunami yang menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung, semoga saudara-saudara kita yang terkena musibah, diberikan kekuatan, dan kesabaran, semoga tidak ada lagi musibah susulan,” katanya, Minggu (23/12).
JMA Centre akan melakukan koordinasi dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait, dalam kebersamaannya, dan berperan aktif dalam membantu masyarakat yang terkena musibah di Banten dan Lampung. “Kami akan berkoordinasi dan bersinergi dengan pihak terkait untuk bersama-sama membantu masyarakat yang terkena musibah ini,” ungkapnya Mularis Djahri.
Mularis menyampaikan jika bencana alam yang terjadi dan menimpa saudara-saudara di Banten dan Lampung yang tentu menjadi perhatian kita bersama. Semoga kita bisa mengambil hikmah dari setiap musibah, dan menjadikan bangsa ini lebih kuat dan semakin kokoh, dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Mularis.
Menurutnya, duka bagi masyarakat yang ada di Banten dan Lampung adalah duka kita bersama sebagai bangsa yang bersatu. Oleh sebab itu, dirinya oun mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu, saling tolong-menolong dan bergotong-royong dalam menghadapi ujian bangsa ini.
“Saya sangat yakin, dengan kesadaran bersama, saling bahu-membahu dan bergotong-royong, kita akan mampu melewati ujian-ujian ini dengan baik,” tuturnya.
Data sementara dari BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, Hingga Minggu (23/12/2018) pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 222 meninggal.
Dilansir dari Twitter Kepala Pusat Data dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, korban meninggal ini bertambah setelah sebelumnya 168 orang dinyatakan meninggal.
Selain jumlah korban meninggal, jumlah korban luka-luka juga bertambah menjadi 28 orang, Minggu (23/12/2018).
Sementara 28 orang masih dinyatakan hilang.
Kerugian akibat tsunami Selat Sunda tersebut juga tercatat sebanyak 556 unit rumah rusak, 9 Unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, dan 350 perahu rusak.(net)





























