Muratara, – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), tetap fokus terkait permasalahan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Infrastruktur Dasar, Senin (28/3/21).
Bertempat di Opp Room Setda Muratara dengan tetap mematuhi protokol kesahatan (protkes) Covid-19, Musrenbang RKPD yang dihadiri langsung Bapedda Propinsi Sumsel, SKPD dan Virtual Zoom Meeting pemerintah Kecamatan hingga Desa. Mengusung tema, “Penguatan perekonomian daerah berbasis sektor unggulan, Infrastuktur, peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat”.
Diungkapkan Kepala Bappeda Muratara, Erwin Syarif dalam laporanya menyampaikan, Kegiatan Musrenbang RKPD tahun 2022 itu, tetap mengacu pada usulan dari Musrenbang tingkat Desa, Kecamatan dan OPD yang ada. Total jumlah usulan sebanyak 1280 usulan.
Penajaman program perioritas tersebut nantinya akan dituangkan dalam RPJM Kabupaten Muratara, sesuai program Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati Muratara, sampainya.
Sementara Bupati Muratara, H.Devi Suhartoni dalam pidatonya mengatakan, Untuk skala prioritas yang nantinya akan dituangkan dalam program kerja pemerintah Kabupaten Muratara, sesuai instruksi Presiden adalah tetang penahanan covid-19 dan ekonomi kerakyatan akan menjadi fokus untuk Musrembang RKPD tahun 2022.
Dalam penyusunannya nanti semua itu harus diproritaskan, baik itu tentang pembangunagan infrastruktrur, ekonomi, pertanian maupun kesehatan bagi masyarakat. Karena berdasarkan instruksi persiden semua Bupati harus fokus pada satu atau dua program saja dan jangan samapai anggaran daerah itu digunakan untuk hal-hal yang tidak tepat, jelasnya.
“Untuk itulah Musrenbang RKPD ini kita tetap akan perioritas tetan Infrastruktur dasar seperti jalan, bidang pendidikan, pertanian dan saran kesehatan untuk kepentingan masyarakat Muratara”, ungkapnya.
Sementara itu Tri Widyanti mewakili Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan dalam sambutanya memaparkan, Untuk arah kebijakan oembangunan pada tahun 2022, berawal dari suatu hal yang menjadi permasalahan sehingga menjadi perioritas pembangunanan.
Karena kondisi pembangunan propinsi Sumsel saat ini sudah cukup baik, dimana untuk Kabupaten Muratara sendiri saat ini tingkat perekekonomiannya telah mencapai angka 0,37 persen dan merupakan tertinggi ke-3 dari 17 Kabupaten Kota di Sumsel, paparnya.
Menurutnya, Indek Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2020 mencapai diangka 60,49 persen, dalam artian sedang mengalami kenaikan setiap tahunnya, dimana masih kalah cepat dengan Kabupaten/kota lain, namun menurutnya lajunya pertumbuhan IPM Muratara relatif lebih baik dari Kabupaten Empat Lawang dan Ogan Ilir terutama khusus di bidang Kesehatan.sesuai apa yang disampaikan Bupati Muratara, untuk tingkat pengangguran yang mencapai 6,68 persen yang lebih tinggi dibanding angka provinsi Sumsel, maka darinitu perlunya pemerataan infrastruktur dan dalam hal ini nantinya Pemprop Sumsel akan berupaya membantu dalam pembangunan infrastruktur dasar tersebut”, ujarnya.
Mari bergembiranya pada tahun 2022 mendatang untuk penanganan stunting di Kabupaten Muratara akan menjadi perioritas bagi Pemerintah Pusat, tutupnya.(ADVETORIAL/INDRA)
























