
BANYUASIN, Metrosumsel.com — Menjawab keluhan petani karet, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo bersama sejumlah menteri kabinet kerja, Ibu negara Iriana Joko Widodo serta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru dan Bupati Banyuasin Askolani, melakukan pertemuan dengan 2000 petani karet di Balai Penelitian Sembawa, Sabtu (10/3).
Presiden Joko Widodo mengatakan, pemerintah sudah mengerimkan tim ke Malaysia dan Thailand, sebagai salah satu produsen pengahasil karet dunia, pemerintah Indonesia meminta agar kedua negara tersebut bersama dalam mengatur menjaga kestabilan harga karet.
“Pemerintah sudah mengirim tim ke Malaysia dan Thailand, tim yang kita kirim untuk mengajak kedua negara produsen karet tersebut membuat kebijakan yang sama, sehingga suplay karet dapat dikendalikan dan harga karet dapat naik. Yang pertama saja ini sudah kita lakukan, mungkin dampaknya sudah dirasakan masyarakat satu bulan terakhir, tadi dikatakan masyarakat harga karet di petani sudah naik menjadi kisaran Rp 8000,- hingga Rp 9.000,- dari harga sebelumnya kisaran Rp 5.000,-. Saya yakin kedepan harga karet petani akan jauh lebih meningkat lagi,” kata Joko Widodo.
“Selain itu mulai bulan ini (maret-red), sebagai campuran aspal, tidak hanya Kementrain saja, saya memerintahkan BUMN juga untuk membeli karet petani. Meski harga cukup tinggi dibanding harga aspal, mungkin selisih sekitar 10%, namun itu bukan masalah, karena yang dihasilkan pun memiliki kualitas yang baik, awet dan tahan lama,” tambahnya.
Presiden juga menegaskan bahwa karet sebagai campuran aspal tidak hanya dilakukan di tiga Provinsi di Sumatera saja, namun dapat dilakukan secara keseluruhan di seluruh Indonesia. Hal ini tentu dapat lebih meningkatkan lagi penghasilan para petani karet di Indonesia.
Permasalahan harga karet sendiri sudah lebih dari empat tahun dirasakan petani karet, para petani karet sangat mengeluhkan anjloknya harga karet, hal ini berakibat dan mempengaruhi kestabilan perekonomian para petani.

























