
LUBUK LINGGAU, Metrosumsel.com — Ketua Aliansi Honorer K2 se Kota Lubuk Linggau, Jaka Sanjaya memastikan menghadiri agenda rapat dengar pendapat (RDP) dan negosiasi atara pemerintah dan tenaga honorer yang akan di gelar di kantor Kementrian Pemberdayaan Aparatur Reformasi Birokrasi Republik Indonesia di Jakarta, Jumat (20/03/2020) mendatang.
Jaka Sanjaya menyuarakan nasib tenaga honorer di hadapan anggota Komisi II DPR RI, Renny Astuti saat melakukan kunjungan kerja reses dapil Sumsel I, di Keluraha Kemuning, Kecamatan Lubuk Linggau Utara 2, Kota Lubuk Linggau.
“Dengan rencana penghapusan tenaga honorer oleh pemerintah saat ini, kami sangat merasa keberatan. Bagaimana nasib kami ? Dengan hadirnya kunjungan kerja reses ibu Renny Astuti dari Komisi II DPR RI di Kota Lubuk Linggau ini, kami sangat berharap ibu dapat menyuarakan aspirasi kami ini, kami berharap bahwa rencana penghapusan tenaga honorer dibatalkan,” kata Jaka Sanjaya, Sabtu (14/03/2020).
“Kami sudah berjuang, sudah berusaha. Apakah pemerintah tidak memikirkan apa yang telah kami baktikan sebagai abdi negara non PNS. Nanti (20/03/2020), ada pertemuan antara tenaga honorer dan pemeritah (KEMENPAN-RB) di Jakarta terkait nasib kami. Perlu diketahui bahawa gaji yang kami terima pun hanya sekitar Rp 200 ribu hingga Rp 350 ribu per bulan,” ungkap Jaka.
Menurut Jaka, menghadiri agenda bersama KEMENPAN-RB, dari Kota Linggau akan mengirimkan lima (5) orang utusan yang mewakil 124 orang honorer K2.

“Sekitar lima (5) orang yang akan berangkat ke Jakarta menghadiri rapat bersama KEMENPAN-RB, mewakili 124 orang tenaga honorer dari Kota Lubuk Linggau. Rabu, 18 Maret 2020 nanti kami berangkat menggunakan mobil menuju Jakarta. Disana nanti kami juga akan berjumpa dengan sejumlah perwakilan buruh lainnya dari Sumatera Selatan,” tambah Jaka.
Menanggapi pernyataan ketua Aliansi Honorer K2 Lubuk Linggau, Anggota Komisi II DPR RI, Renny Astuti mendukung penuh apa yang akan diperjuagankan oleh tenaga honorer Lubuk Linngau.
“Kami mendukung penuh perjuangan yang dilakukan para tenaga honorer. Kami pun secara aklamasi sudah menyampaikan dan merekomendasikan menolakan rencana penghapusan tenaga honorer tersebut. Terlebih lagi tenaga honorer pendidikan dan tegana honorer kesehatan. Apa yang akan terjadi bila tenaga honorer pendidikan dan kesehatan dihapuskan, tentu ini akan berpengaruh bagi kemajuan dunia pendidikan di tanah air yang kita cintai ini, serta pelayanan-pelayan kepada masyarakat dalam bidang kesehatan pun akan mengalami penurunan,” jawab politikus partai Gerindra ini.
“Sama kita ketahui, sulit dipisahkan andil tenaga honorer di dunia pendidikan dan dunia kesehatan saat ini. Tentu ini menjadi pertimbangan bagi kami agar rencana penghapusan terhadap tenaga honorer di kaji ulang,” tambah mantan aktivis perempuan asal UGM Yogyakarta ini.
Renny Astuti pun menyebutkan siap dan dengan terbuka menerima kedatangan tenaga honorer dari Sumatera Selatan, bila dilain waktu untuk datang ke Komisi II DPR RI.
rilis




























