MUARAENIM, Metrosumsel.com — Personil Manggala Agni Daops Sumatera Selatan, Selasa (29/12/2020), melaksanakan koordinasi kegiatan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sebau , Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim. Untuk mengantisipasi adanya kebakaran hutan dan lahan.
Dikatakan Kepala Balai Pengendalaian Perubaha Iklim Kebakaran Hutan dan Lahan (BPPILHK) Ferdian Krisnanto wilayah Sumatera yang di wakili Koordinator Humas BPPIKHL Fauzan Azhari, koordinasi ini sekaligus ajang bersilahturahmi untuk pertama kalinya disaat masa pademi Covid-19.
“Delapan orang anggota Manggala Agni Daops Sumatera Selatan. Dalam setiap Daops diwakili dua orang peserta, antara lain Daops Manggala Agni Musi Banyuasin (Muba), Banyuasin, Oki dan Manggala Agni Lahat. Melaksanakan koordinasi sekaligus bersilahturahmi dengan perangkat Desa Sebau,” kata Fauzan Azhari.
“Mengunakan roda dua, kedatangan Tim Manggala Agni di sambut langsung oleh Kades Desa Sebau Supriyadi. Pada kesempatan ini tim Manggala Agni menjelaskan mengenai pencegahan, pemadaman dan penanganan pasca karhutla, penjelasan tim Manggala Agnidirespon dengan baik,” imbuh Fauzan Azhari.
Kades Desa Sebau, Supriyadi menegaskan, bahwa mereka akan mendukung penuh program pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“Kami siap membantu memberikan arahan kepada warga terkait pencegahan karhutla di desa kami. Sosialisasi kerap dilaksanakan, saat disela-sela acara yang digelar masyarakat,” ujar Supriyadi.
“Untuk mendukung program itu, satu regu masyarakat peduli api (MPA),yang berjumlah 15 orang. Merupakan penduduk tetap di desa tersebut. Mereka juga melakukan kegiatan rutin patroli pencegahan karhutla di areal rawan terbakar desa sebau dan sekitarnya,” tambah Supriyadi.
“Membuka lahan dengan cara membakar itu tidak boleh. Karna dapat membahayakan lingkungan dan menyebabkan bencana asap,” orang nomor satu di Desa Pariwisata tersebut.
Pantau dilapangan Manggala Agni dan pemerintah daerah Desa Sebau bersinergi bersama dalam menciptakan pencegahan dan penanganan karhutla, mengingat kegiatan tersebut merupakan salah satu prioritas pemerintah Indonesia.
Rilis — Dista andriansyah Sum-XIV/Banyuasin)
































