OKU Timur | Mobil Armada Pemadam Kebakaran (Damkar) seharusnya selalu siap sedia untuk memadamkan kobaran api yang menyala.
Namun, lain halnya dengan Armada Damkar milik Pemerintah Kabupaten OKU Timur.
Pasalnya, Armada Damkar milik Pemerintah tersebut hanya dibiarkan diam dan berdebu. Bahkan, dijadikan oleh warga tempat menjemur pakaian.
Hal ini tentu dapat menimbulkan efek kedepannya, karena mengingat saat ini sedang memasuki musim kemarau dan rawan terjadinya kebakaran.

Diketahui, mobil Armada Damkar milik Pemerintah tersebut ditempatkan di Posko V, Kecamatan Belitang Mulya dengan Nopol BG 9595 Y yang mengalami kerusakan pasca terjadinya kecelakaan.
Menyikapi hal ini, Bupati OKU Timur Ir H Lanosin Hamzah mengakui jika mobil tersebut rusak setelah kecelakaan.
Namun, kata dia, hingga saat ini belum ada laporan lagi apakah sudah diperbaiki atau belum.
Menurut Enos sapaan akrab Bupati, berdasarkan hasil Evaluasi yang sudah dilakukan, kinerja Sat Pol PP dan Damkar dinilai tidak Efisien. Sehingga, kedepan akan dipisahkan.
”Tentu sebelum dipisah harus dilakukan berbagai persiapan untuk menunjang kerja Damkar. Sudah kita rencanakan Sat Pol PP dan Damkar kita pisah agar kerja kedua instansi ini lebih baik lagi,” ujarnya dikonfirmasi usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD OKU Timur, Jum’at (25/8/2023).
Lebih lanjut, Enos mengatakan untuk menunjang kinerja Damkar tentu akan dilakukan penambahan armada.
”Namun demikian tentunya untuk pengadaan harus melalui mekanisme yang benar,” katanya.
Terpisah, Ketua Komisi I DPRD OKU Timur, Warsito, saat dikonfirmasi mengatakan, jika Armada Damkar tersebut rusak sebaiknya segera diperbaiki.
Namun, lanjut Warsito, jika terkendala dengan anggaran, mengapa tidak pernah mengusulkan untuk anggaran perbaikan mobil Damkar.
Mengingat ini urgent seharusnya armada dan petugasnya selalu siap kapanpun.
”Sejauh ini tidak ada komunikasi antara Sat Pol dan Damkar sehingga tidak diketahui permasalahan yang terjadi di instansi itu,” ujarnya.
Penulis: Delviero Reaynaldo

























