PALEMBANG, Metrosumsel.com – Pernyataan keras disampaikan Ketua Serikat Petani Indonesia Banyuasin (SPI Banyuasin) Widya Astin terkait penggeledahan dilakukan Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) telah melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Selasa (19/07) siang.
Widya Astin menyebutkan program pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan petani kerap menjadi ajang bagi-bagi proyek dan menghambur-hamburkan uang negara saja.
“Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI). Program Serasi itu kan adalah optimalisasi lahan yang terintegrasi dengan upaya peningkatan taraf hidup petani melalui bantuan pengembangan sistem irigasi di lahan rawa dan komoditas pertanian/peternakan. Namun, ketika program tersebut sudah terealisasi tapi belum dipakai atau baru sebentar digunakan sudah amburadol itu ada apa? Kan jadi tidak ada manfaatnya. Artinya membangun sistem irigasi itu harus melihat dari berbagai faktor apakah sudah sesuai peruntukannya dan tepat guna. JANGAN SAMPAI HANYA MENGHAMBUR-HAMBURKAN ANGGARAN PROGRAMNYA TIDAK EFISIEN. BAGI-BAGI PROYEK TAPI PETANI YANG DI KORBANKAN. Ini kan merugikan negara juga tidak bermanfaat bagi petani. Dalam hal ini yang paling merasakan dampaknya ya petani,” ungkap Ketua SPI Banyuasin, Widya Astin dikonfirmasi Via Selulernya.
“Saya sudah keliling ke desa-desa di Sumsel ini bahwa program tersebut banyak yang masih tidak tepat peruntukannya bagi lahan dan tidak efisien. Hasilnya sistem irigasi tersebut bagai candi bebatuan yang tidak sedap dipandang,” pungkas Aktivis Perempuan ini.
Selain itu ditegaskannya juga, Program selamatkan rawa sejahterakan petani harus melihat pengolahan lahan rawa yang benar, mulai dari penataan lahannya, penataan airnya, termasuk inovasi teknologi yang ada di dalamnya. Karena jika tidak dilakukan dengan benar justru akan merusak lingkungan. Jangan sampai terjadi ketidakadilan ekologis dalam pembangunan.
Menanggapi pemeriksaan Dinas Pertanian Propinsi Sumsel oleh Kejati Sumsel adalah sudah tepat. Dan ini harus kita dukung penuh untuk menuntaskan masalah program – program pertanian yang mengucurkan anggaran yang luar biasa jumlahnya untuk kegiatan yang tidak bermanfaat dan tidak terasa langsung ke petani. Buang – buang anggaran saja. Saya inginnya yang melanggar ya di tindak sesuai hukum yang berlaku, jangan lagi ada korban petani atau rakyat kecil yang menginginkan menaikkan taraf hidupnya dengan mengoptimalkan lahan pertaniannya namun itu hanya jadi akal – akalan birokarasi untuk menikmati kucuran anggaran yang sangat gemuk.
Laporan : Maulana






























