
PALEMBANG, Metrosumsel.com – Musibah tsunami yang menghantam daerah sekitar selat Sunda pada Sabtu (22/12) malam, menyapu dan mengakibatkan kerusakan di dua Provinsi, yaitu Banten dan Lampung.
Dari kejadian musibah tsunami itu setidaknya ada lima kabupaten yang terkena dampaknya yakni, Pandegelang, Serang, Lampung Selatan, Pasawaran dan Tanggamus.
Ketua Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumsel Ardiansyah mengungkapkan, dalam hal ini ACT Sumsel mengirimkan setidaknya 11 Volenteernya pada selasa (25/12) dimana dari ke 11 volenteer terdiri dari 9 tim rescue dan 2 tim medis.
“Kami ACT Sumsel turut berprihatin dengan apa yang terjadi pada saudara – saudara kita yang saat ini tertimpa musibah, untuk itu kami mengirimkan tim guna mengevakuasi para korban,” ungkapnya Selasa (25/12) saat melakukan preesconpres dengan awak media di kantor ACT di Jl. Jendral Sudirman.
Dimana, lanjut Ardiansyah, berdasarkan data yang di peroleh dari tim Disaster Management Intitute Of Indonesia (DMII) ACT di lapangan ada sebanyak 373 jiwa yang meninggal dunia, 1. 459 luka – luka, 128 hilang, dan 5. 665 yang mengungsi, kemungkinan korban akan terus bertambah.
“Untuk saat ini tim Emergency Response (ER) ACT yang sedang bertugas melakukan evakuasi dan pencari korban terus dilakukan dengan bersama – sama dengan BNPB dan BASARNAS masih melakukan penyisiran kepada para korban,” katanya.
Ardi menambahkan, bahwa timnya ini ada sebagian yang pernah di tugaskan di Lombok, Sigi, dan Donggala, serta beberapa volunteer dan profesional yang mengetahui seluk beluk proses evakuasi kebencanaan.
“Untuk itu dengan pengalaman yang sudah pernah di dapat kita mesti cepat dan efektif dan tuntas dalam hal evakuasi korban,” tutupnya.
Laporan : Muhammad Daud
































