MUARA ENIM, Metrosumsel.com — Beragam inovasi dilakukan masyarakat untuk menambah penghasilan dan pendapatan daerah. Salah satunya, merubah kawasan rawan Karhutla yang disulap menjadi lokasi wisata Jembatan Bunga . (JB)Park menjadi buah karya warga Desa Sebau, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sebagai lokasi destinasi wisata alternatif mengisi liburan keluarga.
Indra pengelola J.B. Park menyampaikan. Ide pembuatan J.P Park bermula akibat dari sering terjadinya Kebakaran lahan diwilayah tersebut .
“Dilokasi ini sering terjadi kebakaran lahan, untuk meminimalisir kebakaran lahan yang berkelanjutan kami berinisiatif membuat sebuah taman wisata alam dengan memanfaatkan lokasi rawan Karhutla yang ada disekitar desa,” ujar Indra. Selasa (29/12/2020).
“Proses pembangunan taman Jembatan Bunga dimulai sejak bulan juni hingga sekarang lebih kurang sekitar 6 bulanan dan masih dalam penataan, rencananya J.B. Park akan dibuka secara resmi diawal- awal Tahun 2021 ini,” ungkap Indra.

Ramidi warga desa yang turut berpartisipasi dalam pembangun taman jembatan bunga juga menyampaikan harapannya, nantinya ada bantuan dari pemerintah daerah setempat agar pembangunan taman Jembatan bunga dapat lebih cepat dan berjalan lancar.
“Terus Terang Pak , disini juga banyak Pondok-pondok kita yang masih belum selesai karna kurangnya dana. dengan kedatangan Tim Manggala Agni dari Balai PPI KLHK wilayah Sumatera ini Kedepannya dapat memperluas informasi dan promosi tentang keberadaan taman wisata alam yang dikelola masyarakat sebagai income tambahan bagi warga masyarakat didesa kami,” kata Ramidi disela – sela berdiskusi.
Tim Manggala Agni Balai PPI KLHK Wilayah Sumatera mengapresiasi atas kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Dalam rangka pelatihan jurnalis praktek uji lapangan menunjukan bahwa daerah tersebut memiliki potensi bahaya Karhutla, dilihat dari jenis tanah bergambut, bahan bakar yang memadai dan mudah terbakar, karna hampir 80% vegetasi yang mengelilingi wilayah taman adalah semak belukar, apabila datang musim kemarau sangat rentan terjadi kebakaran.
Disisi lain dengan adanya J.B. Park dapat pula mengajak pemuda desa sekitar yang awalnya minim aksi agar aktif dalam berkegiatan. Baik dari pembuatan bangku hingga penataan taman.
Rilis — Firdaus Daops OKI
































