Renny Astuti Ingatkan Pemerintah Waspadai Melonjaknya Harga Pangan Diakhir Tahun

  • by

JAKARTA, Metrosumsel.com – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Gerindra Dapil Sumsel I, Renny Astuti mengingatkan pemerintah harus mewaspadai ancaman kenaikan harga pangan global beberapa bulan ke depan. Hal ini tak lepas dari siklus harga pangan yang bergejolak di akhir tahun, khususnya ketika mulai masuk musim hujan. Situasi bisa tambah kompleks mengingat saat ini masih dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Harga pangan global menunjukkan kenaikan triwiulan terakhir, menurut laporan FAO dan yang paling konkrit di gula mentah, kita banyak impor dari Thailand dan Australia, mereka melaporkan kekurangan stok. Kami khawatir harus mendatangkan agak jauh seperti dari Brasil,” kata Renny Astuti saat dibincangi, Selasa (08/12/2020).

“Sebelumnya Organisasi Pangan Dunia (FAO) memproyeksi produksi yang lebih rendah dari dua pemasok utama gula global, Brasil dan India, telah mengerek harga gula ke posisi 9,3 persen lebih tinggi dibandingkan dengan Oktober tahun lalu. Kondisi ini juga dipengaruhi oleh penurunan produksi gula di Thailand yang mencapai 5 persen akibat cuaca kering,” terang Renny.

Srikandi DPR RI Fraksi Gerindra ini juga mengemukakan perizinan impor masih menjadi kendala dalam pengamanan pasokan gula mentah untuk industri, sehingga dunia usaha pun diliputi kekhawatiran pemasukan gula mentah akan terlambat karena pengiriman dari Brasil memerlukan waktu sekitar 45 hari.

“Komoditas lain seperti sereal juga memperlihatkan kenaikan seperti sereal. Saya sepakat kita harus ingatkan pemerintah mengenai pangan ini sangat sensitif. Kalau ada kekurangan akan membahayakan keamanan pangan nasional. Kita harus antisipasi,” lanjutnya.

Ditambahkan Renny Astuti,”Pasokan komoditas pangan perlu diperhatikan mengingat sejumlah negara pemasok masih memberlakukan pembatasan fisik yang bisa mengganggu logistik. Produksi pangan pun diperkirakan bisa berkurang sampai 50 persen akibat terbatasnya aktivitas selama pandemi. Oleh karena itu di dalam negeri dari sisi hulu sampai hilir harus sinkronisasi untuk menjamin pasokan. Kalau tidak hal ini potensi gangguan pasokan pangan akan terulang,” jelas  politisi partai berlambang kepala Garuda besutan Prabowo Subianto ini.

Selain itu Renny Asyuti juga menyebutkan untuk menjaga tersedianya pasokan beras, Renny Astuti mendukung program food estate di Kabupaten Banyuasin, Saat ini kabupaten Banyuasin menduduki peringkat ke 4 produksi beras di Indonesia. Dirinya berharap dengan adanya program food estate ini Banyuasin bisa naik peringkatnya menjadi ke 2 bahkan peringkat pertama untuk produksi beras di Indonesia.

 

Rilis…

Like & Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *